Bank Jakarta dan PT SMI Kucurkan Rp2,11 Triliun untuk Infrastruktur Jakarta

Senin, 28 September 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 345

Bank Jakarta dan PT SMI Kucurkan Rp2,11 Triliun untuk Infrastruktur Jakarta

(Foto: Istimewa)

Bank Jakarta bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI mengucurkan pembiayaan sindikasi sebesar Rp2,11 triliun untuk mendukung pembangunan tujuh proyek infrastruktur prioritas di DKI Jakarta.

Pembiayaan tersebut diharapkan mempercepat pembangunan transportasi, hunian layak, serta sarana pengendalian banjir di Ibu Kota. Dari total pembiayaan tersebut, Bank Jakarta menyediakan dana sebesar Rp1 triliun, sedangkan PT SMI memberikan dukungan maksimal Rp1,11 triliun. Kerja sama ini menjadi bentuk sinergi lembaga pembiayaan pemerintah dengan bank pembangunan daerah (BPD) dalam memperkuat alternatif pendanaan pembangunan.

"pemenuhan kebutuhan pembangunan di Kota Jakarta,"

Perjanjian pembiayaan ditandatangani Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung; Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansja; dan Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H Widodo di Balai Kota Jakarta.

Pembiayaan sindikasi tersebut mencakup tujuh kegiatan infrastruktur, yakni pembangunan Flyover Latumeten, Gedung Batavia Dinas Teknis Jatibaru, Rumah Susun Padat Karya Tahap II, serta Rumah Susun Rorotan IX Tahap I. Selain itu, pembiayaan dialokasikan untuk pembangunan waduk, situ, dan embung; polder dan kolam retensi; serta tanggul dan pengendali banjir Pesisir Pantai Tahap III.

Direktur Utama Bank Jakarta Agus H Widodo mengatakan, kolaborasi dengan PT SMI merupakan bagian dari dukungan perseroan terhadap pembangunan Jakarta menuju kota global.

“Sinergi antara sektor keuangan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi fundamental penting dalam mendorong akselerasi pemenuhan kebutuhan pembangunan di Kota Jakarta,” ujarnya, Senin (28/9).

Agus menegaskan, Bank Jakarta sebagai bank pembangunan daerah milik Pemprov DKI Jakarta, berkomitmen mendukung berbagai program pembangunan, terutama yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Ia menyampaikan, Bank Jakarta juga akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak ke depannya, untuk menghadirkan solusi pembiayaan yang inovatif, hati-hati, dan berkelanjutan.

“Kami meyakini, dukungan pembiayaan yang tepat pada sektor prioritas akan menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan Jakarta yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing sebagai kota global,” katanya.

Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah menjelaskan, pembangunan infrastruktur daerah membutuhkan dukungan pendanaan yang inovatif dan kolaboratif. Karena itu, PT SMI terus memperkuat perannya sebagai mitra pemerintah daerah dalam menyediakan alternatif pembiayaan.

“PT SMI siap menjadi mitra pemerintah daerah dalam menghadirkan alternatif pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan, sekaligus membuka ruang sinergi dengan berbagai pihak untuk mempercepat penyediaan infrastruktur yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

Reynaldi menyampaikan, PT SMI mencatat total komitmen pembiayaan daerah mencapai Rp37,19 triliun, dengan outstanding pembiayaan sebesar Rp13,67 triliun hingga Juli 2026.

Kolaborasi dengan Bank Jakarta diharapkan menjadi model pembiayaan kreatif yang dapat diterapkan di daerah lain sesuai kebutuhan pembangunan dan kapasitas keuangan masing-masing pemerintah daerah.

Ia menambahkan, dukungan tersebut sejalan dengan arahan Kementerian Keuangan untuk mendorong pembiayaan kreatif serta mempercepat pembangunan infrastruktur daerah.

“Melalui pembiayaan sindikasi ini, pembangunan infrastruktur Jakarta diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas fasilitas perkotaan, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak, memperlancar mobilitas, serta memperkuat perlindungan wilayah dari ancaman banjir,” tandasnya.

Sekadar diketahui, pembangunan Flyover Latumeten ditujukan untuk memperkuat konektivitas dan keselamatan pengguna jalan. Sementara itu, pembangunan rumah susun diharapkan menambah ketersediaan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat.

Adapun pembangunan waduk, embung, polder, kolam retensi, serta tanggul pesisir diarahkan untuk memperkuat sistem pengendalian banjir dan meningkatkan ketahanan Jakarta terhadap risiko bencana serta dampak perubahan iklim.

BERITA TERKAIT
IMG COM 202609141538432210

Bank Jakarta Raih Penghargaan Individu di Ajang Sraya Nusa 2026

Senin, 14 September 2026 603

IMG 20260901 WA0090

Dorong UMKM Naik Kelas, Bank Jakarta Salurkan Pembiayaan Pasar Rp326 M

Selasa, 01 September 2026 502

BERITA POPULER
PMI Jaksel CFD HI tiyo

Peserta HBKB Diedukasi Pencegahan DBD

Minggu, 27 September 2026 1224

895 Guru PPPK Jakut dan Kepulauan Seribu Perpanjang Kontrak Kerja

Kontrak Kerja 895 Guru PPPK di Jakut dan Kepulauan Seribu Diperpanjang

Senin, 28 September 2026 806

Hbkb rasuna said bilal

Uji Coba HBKB Dua Kali Sepekan Diminta Terbatas

Kamis, 24 September 2026 1208

Penataan Kawasan Unggulan Ciracas nur

Penataan Kawasan Unggulan di Ciracas Usung Konsep Penghijauan Lingkungan

Jumat, 25 September 2026 931

Dany ramdany

Pemkot Jakpus Jamin Pengadaan Tanah Proyek MRT Thamrin - Kwitang Dilakukan Terbuka

Kamis, 24 September 2026 1045

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks