Jumat, 25 September 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 385
(Foto: Reza Pratama Putra)
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, M. Al Fatih menilai, Jaksinema berpotensi dikembangkan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Jakarta sebagai Kota Sinema.
Menurutnya, Jaksinema perlu menghadirkan akses hiburan layar lebar yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat, baik dari sisi lokasi maupun harga. Pengembangannya juga perlu memperhatikan karakter dan konten film yang ditayangkan, bukan sekadar menambah jumlah layar.
"Kita dorong program ini dikembangkan,"
Al Fatih berharap, Jaksinema dapat menayangkan film berkualitas dan edukatif yang mengangkat sejarah, budaya, serta cerita tentang Jakarta. Konsep tersebut diharapkan memberikan identitas yang membedakan Jaksinema dari bioskop pada umumnya.
Ia juga menilai keberadaan bioskop di pasar berpotensi menggerakkan perekonomian kawasan. Kehadiran Jaksinema juga menjadi daya tarik baru yang mendorong masyarakat kembali beraktivitas di pasar, termasuk berbelanja dan membeli produk UMKM.
"Jadi jangan hanya dilihat sebagai pembangunan fasilitas bioskop, tetapi sebagai bagian dari membangun ekosistem baru di pasar. Orang datang untuk menonton, kemudian makan, berbelanja, membeli produk UMKM, dan berinteraksi di ruang publik," ujarnya, Jumat (25/9).
Ke depan, Al Fatih mendorong kurasi film yang memberi ruang bagi film lokal, independen, dokumenter, film anak, film edukasi, hingga karya sineas Jakarta. Menurutnya, harga yang terjangkau dapat memperluas akses masyarakat terhadap hiburan berkualitas sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi pasar, UMKM, industri kreatif, dan budaya Jakarta.
"Tentu kita dukung dan kita dorong agar program ini terus dievaluasi dan dikembangkan, sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan memiliki ciri khas yang kuat sebagai bagian dari identitas Jakarta Kota Sinema," tandasnya.