Jumat, 25 September 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 185
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo mengajak Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Jakarta Selatan masa khidmat 2025-2030 turut mengambil peran dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
"Pemberdayaan perempuan dan generasi muda"
Syafrin mengatakan, pelantikan pengurus Fatayat NU Jakarta Selatan bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan. Momentum tersebut menjadi titik awal penguatan tanggung jawab sosial dalam menjawab dinamika perkotaan yang semakin kompleks.
"Fatayat NU memiliki posisi yang sangat strategis dalam pembangunan masyarakat, khususnya dalam pemberdayaan perempuan dan generasi muda," ujarnya, saat menghadiri pelantikan Fatayat NU di Ruang Antasari, Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Jumat (25/9).
Syafrin menjelaskan, perempuan tidak hanya memegang peran penting dalam lingkup keluarga, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan di berbagai bidang, mulai dari sosial, pendidikan, ekonomi, dan kesehatan hingga kehidupan bermasyarakat.
Mengingat karakteristik wilayah Jakarta Selatan yang sangat beragam, Syafrin berpesan agar semangat moderasi beragama, toleransi, gotong royong, dan persatuan terus dirawat untuk menjaga keharmonisan masyarakat.
"Saya juga mendorong para kader Fatayat NU agar aktif mengambil bagian dalam berbagai program kemasyarakatan, seperti penguatan ketahanan keluarga, pendidikan anak dan remaja, pemberdayaan ekonomi perempuan, serta peningkatan literasi digital," terangnya.
Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan tidak dapat bekerja sendiri dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor dengan organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, hingga dunia usaha merupakan sebuah keharusan.
"Kami dari pemerintah memiliki kewenangan, tetapi Fatayat NU dan PCNU memiliki modal sosial. Jika keduanya disinergikan, maka akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat di lingkungan kita," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Jakarta Selatan masa khidmat 2025-2030, Siti Istianah memaparkan, Fatayat NU resmi meluncurkan dua program strategis, yakni Majelis Taklim Fatimah Zahra dan UMKM Fasela.
Peluncuran kedua program tersebut menjadi langkah nyata organisasi dalam memperkuat pembinaan keagamaan sekaligus pemberdayaan ekonomi umat di wilayah Jakarta Selatan.
"Untuk membuat acara ini semakin bermakna bagi masyarakat, kami juga memberikan santunan kepada 100 anak yatim piatu di wilayah Jakarta Selatan," bebernya.
Siti menambahkan, kehadiran program strategis tersebut dilandasi semangat kolaborasi yang kuat. Ia meyakini kerja sama antara pemerintah, ulama, organisasi, dan komunitas dapat melahirkan program yang tidak sekadar berjalan, tetapi juga memberikan dampak luas bagi masyarakat.
"Kami percaya ketika pemerintah, ulama, kemudian organisasi, komunitas-komunitas jika bersama, maka akan memberikan program-program yang bukan hanya berjalan, tetapi juga akan berdampak pada masyarakat luas," tandasnya.