Kamis, 24 September 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 190
(Foto: Nurito)
Lima kelurahan di Jakarta Timur menjalani verifikasi lapangan (Verlap) dalam rangkaian Lomba Benyamin S Award 2026 Tingkat Provinsi DKI Jakarta.
"Riil di lapangan tanpa ada rekayasa"
Kelima kelurahan tersebut yakni Kelurahan Pinang Ranti, Cibubur, Utan Kayu Selatan, Malaka Sari, dan Kelurahan Cipinang Muara. Verifikasi dilakukan untuk melihat secara langsung berbagai potensi dan inovasi yang dikembangkan di masing-masing wilayah.
Di Kelurahan Pinang Ranti, tim verifikasi yang dipimpin Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Pembangunan dan Tata Kota, Nirwana Yoga mengunjungi sejumlah lokasi, di antaranya RPTRA Kampung Pulo Asri, RTH Pulo Gadel Indah, industri tempe di RT 06/04, hingga Kantor Kelurahan Pinang Ranti.
Tim verlap terdiri atas unsur Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP), Dinas Pertamanan dan Kehutanan, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dinas Kebudayaan, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM), serta Biro Kerja Sama Daerah.
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin mengatakan, pihaknya sudah melakukan persiapan sejak jauh hari dengan meminta lima kelurahan peserta menyiapkan berbagai potensi dan lokasi unggulan yang akan dikunjungi tim penilai.
"Alhamdulillah, sejak jauh hari sudah dipersiapkan. Awalnya kita dorong 10 kelurahan, tapi sekarang lima kelurahan saja yang ikut lomba Benyamin S Award," ujarnya, Kamis (24/9).
Munjirin menjelaskan, pelaksanaan Benyamin S Award tidak hanya melibatkan aparatur kelurahan dan kecamatan. Masyarakat juga menjadi bagian penting dalam penilaian karena berbagai kegiatan ditampilkan merupakan aktivitas yang sudah berjalan dalam kehidupan sehari-hari warga.
"Masyarakat juga sangat antusias menyambutnya. Ini riil di lapangan tanpa ada rekayasa, sebab semua ini memang sudah menjadi rutinitas sehari-hari di masyarakat," terangnya.
Ia berharap, para lurah dapat menampilkan berbagai keunggulan di wilayah masing-masing, mulai dari sektor pariwisata, ekonomi, sosial, budaya, hingga aspek lainnya.
Munjirin optimistis, kelurahan yang mewakili Jakarta Timur dapat meraih hasil terbaik dalam ajang tersebut. Terlebih, Benyamin S Award menjadi salah satu sarana untuk mengukur perkembangan dan kemajuan wilayah melalui berbagai potensi yang dimiliki masyarakat.
Sementara itu, Lurah Pinang Ranti, Nani Yuslina memaparkan, terus memperkuat berbagai program lingkungan, salah satunya melalui gerakan pemilahan dan pengolahan sampah. Pihaknya juga mendorong pembuatan lubang biopori jumbo di lingkungan permukiman warga.
"Program bank sampah di permukiman warga dan di kantor kelurahan terus dioptimalkan. Bahkan ASN diwajibkan menyetorkan sampah nonorganik sebanyak lima kilogram per minggu," bebernya.
Pada sektor ekonomi, lanjut Nani, sejumlah pelaku usaha lokal di Pinang Ranti menunjukkan perkembangan positif. Dalam delapan bulan terakhir, berbagai usaha rumahan mampu menghasilkan nilai penjualan yang cukup signifikan.
Salah satunya industri rumahan kue semprong di RT 13/02 yang berhasil menjual 174 kaleng dengan total nilai Rp13,9 juta. Kemudian, industri rumahan tempe di RT 06/04 yang mencatat total penjualan Rp19,8 juta melalui berbagai varian kemasan dengan harga Rp5.000 hingga Rp10.000.
Sementara itu, industri rumahan rengginang di RT 07/04 mampu menghasilkan omzet hingga Rp40,6 juta per bulan.
"Perkembangan tersebut menunjukkan potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Pinang Ranti terus tumbuh dan semakin mandiri," ucapnya.
Nani menuturkan, pelestarian seni dan budaya juga menjadi salah satu potensi yang ditonjolkan. Salah satunya melalui Sanggar Oplet Robert di RT 15/02 yang turut berperan menjaga keberlangsungan seni dan tradisi di tengah masyarakat Pinang Ranti.
"Semoga Kelurahan Pinang Ranti bisa meraih hasil terbaik di ajang Benyamin S Award 2026," tandasnya.