Kamis, 24 September 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 218
(Foto: Doc)
Suku Dinas Bina Marga Jakarta Utara merevitalisasi trotoar di tiga ruas jalan yang berada di Kecamatan Koja dan Tanjung Priok melalui pihak ketiga. Revitalisasi dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan pejalan kaki sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan ruang jalan agar lebih tertib dan fungsional.
"Kenyamanan pejalan kaki"
Kepala Seksi Jalan, Jembatan, dan Kelengkapan Jalan Suku Dinas Bina Marga Jakarta Utara, Libertus Sagala mengatakan, revitalisasi dilakukan di Jalan Lorong 104 dan Jalan Melati, Kelurahan Koja, Kecamatan Koja; serta Jalan Sunter Boulevard, Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok.
"Revitalisasi ini merupakan lanjutan pekerjaan tahun sebelumnya sekaligus menindaklanjuti usulan masyarakat," ujarnya, Kamis (24/9).
Libertus menjelaskan, revitalisasi di Jalan Sunter Boulevard mencakup trotoar sepanjang sekitar 400 meter pada sisi kanan dan kiri jalan dengan lebar tiga meter. Pekerjaan tersebut dilaksanakan PT Duta Marga Persada.
Kemudian, trotoar di Jalan Lorong 104 ditata sepanjang sekitar 670 meter dengan lebar tiga meter oleh PT Gratia Bangun Persada. Sementara itu, revitalisasi di Jalan Melati mencakup sepanjang 250 meter dengan lebar tiga meter yang dikerjakan PT Segara Mukti Abadi.
"Seluruh pekerjaan dilaksanakan pihak ketiga selama 90 hari kalender, mulai 16 September hingga 14 Desember 2026," terangnya.
Libertus menambahkan, ketiga pekerjaan tersebut dianggarkan sekitar Rp5,5 miliar. Trotoar yang direvitalisasi juga dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung, salah satunya stamp concrete atau beton dekoratif sebagai material permukaan.
Untuk mendukung aksesibilitas, trotoar dilengkapi guiding block berwarna kuning sebagai jalur pemandu bagi penyandang disabilitas, khususnya tunanetra.
"Revitalisasi juga dilakukan dengan memasang bollard setinggi sekitar 90 sentimeter untuk mencegah kendaraan memasuki area khusus pejalan kaki," ungkapnya.
Menurutnya, penataan tidak hanya berfokus pada perbaikan trotoar, tetapi juga mencakup penyesuaian lebar lajur kendaraan atau right-sizing street.
Upaya tersebut bertujuan menjaga lebar lajur tetap konsisten dari simpang hingga ujung jalan sehingga ruang jalan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.
"Revitalisasi trotoar ini diharapkan membuat ruang jalan lebih tertib dan mendukung kenyamanan pejalan kaki," tandasnya.