Kamis, 17 September 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 328
(Foto: Anita Karyati)
Suku Dinas Bina Marga Jakarta Utara melakukan pengamanan sementara di jembatan Jalan Boulevard Gading Raya, dekat Rumah Pompa BGR, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading menyusul kerusakan pada bagian jalur pejalan kaki atau trotoar jembatan.
"Meminimalisir risiko bagi pengguna"
Kepala Seksi Jalan, Jembatan, dan Kelengkapan Jalan Sudin Bina Marga Jakarta Utara, Libertus Sagala mengatakan, pengamanan dilakukan pada Senin (14/9) malam setelah pihaknya menerima laporan mengenai kondisi jembatan.
"Kami langsung memeriksa kondisi jembatan dan melakukan pengamanan sementara untuk meminimalisir risiko bagi pengguna jalan," ujarnya, Kamis (17/9).
Libertus menjelaskan, bagian yang mengalami kerusakan dan amblas merupakan lengan atau trotoar jembatan. Untuk mencegah pengguna jalan melintas di area tersebut, petugas memasang movable concrete barrier (MCB) sepanjang sekitar 20 meter.
"Petugas juga menambah lampu sorot untuk membantu pengendara melihat titik rawan agar tidak melintas ke area berbahaya," terangnya.
Menurutnya, secara keseluruhan struktur utama dan fondasi jembatan masih kokoh serta aman dilintasi kendaraan. Jembatan ini merupakan salah satu akses penting bagi warga dari Jalan Perintis Kemerdekaan menuju kawasan Kelapa Gading maupun sebaliknya.
"Masyarakat tidak perlu khawatir karena struktur utama dan fondasi masih kokoh sehingga masih bisa dilewati," ungkapnya.
Ia memaparkan, saat ini jembatan masih tercatat sebagai aset milik pengembang PT Budi Gria Permai. Proses serah terima aset melalui hibah kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih berlangsung dengan melibatkan Dinas Bina Marga, Sudin Bina Marga Jakarta Utara, PT Budi Gria Permai, dan Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD).
"Perbaikan permanen baru dapat kami lakukan menunggu proses hibah dan administrasi aset selesai agar sesuai prosedur," ungkapnya.
Setelah status aset jelas, lanjut Libertus, Dinas Bina Marga bersama Sudin Bina Marga Jakarta Utara berencana membentuk tim investigasi untuk mengetahui penyebab kerusakan secara menyeluruh. Investigasi tersebut akan mencakup kemungkinan faktor usia bangunan, penurunan fondasi, maupun beban kendaraan.
"Tim investigasi akan menjadi dasar penanganan permanen. Kami mengimbau warga tetap berhati-hati dan mengutamakan keselamatan saat melintas," tandasnya.