Rabu, 23 September 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 86
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan mengadakan Konvensi Mutu Bidang Kesehatan bertajuk IGNITE Jaksel (Innovation, Growth, New Idea, Transformation, and Empowerment) di Ruang Dirgantara, Kantor Wali Kota setempat.
"Lebih cepat dan terpadu"
Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo mengapresiasi penyelenggaraan konvensi tersebut. Kolaborasi antara rumah sakit daerah, rumah sakit umum swasta, puskesmas, dan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) lainnya menjadi kekuatan untuk saling berbagi keahlian serta pengalaman dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Kami berharap dari setiap pengalaman itu kemudian bisa menjadi inovasi. Biasanya inovasi yang muncul dari keahlian sebuah lembaga atau dari akar kegiatannya akan sangat aplikatif, menjadi kebutuhan masyarakat, dan yang tidak kalah penting sangat mudah diaplikasikan oleh layanan kesehatan lainnya," ujarnya, Rabu (23/9).
Syafrin menjelaskan, terdapat empat bidang utama inovasi yang dapat dikembangkan fasilitas pelayanan kesehatan di Jakarta Selatan. Salah satunya peningkatan mutu melalui pembaruan praktik dari prosedur tetap yang telah ditetapkan.
Selain itu, inovasi dapat dikembangkan melalui pemanfaatan keahlian tenaga kesehatan berdasarkan pengalaman di lapangan untuk diterapkan di tempat lain, serta penyesuaian penggunaan peralatan kesehatan canggih dengan kebutuhan social engineering masyarakat.
"Saya juga minta penguatan sinergi antar-fasyankes agar koordinasi rujukan dan layanan warga dapat berjalan lebih cepat dan terpadu," terangnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, Debi Intan Suri memaparkan, penyelenggaraan IGNITE Jaksel tahun ini mencatat sejarah baru dengan menghadirkan 21 inovasi. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak sejak konvensi mutu pertama kali digelar pada 2010.
Debi menambahkan, untuk kali pertama ajang tersebut juga melibatkan sinergi lintas sektor yang mencakup rumah sakit pemerintah, rumah sakit swasta, hingga fasilitas kesehatan primer.
"Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada para direktur rumah sakit swasta yang telah memberikan dukungan untuk mengikuti lomba konvensi mutu ini," bebernya.
Debi menyebut, penyelenggaraan IGNITE Jaksel memiliki empat tujuan utama. Pertama, mempromosikan inovasi bidang kesehatan sebagai upaya mempercepat peningkatan kualitas layanan.
Kedua, mengidentifikasi praktik baik yang berpotensi direplikasi oleh fasilitas kesehatan lain. Ketiga, menjadi sarana pertukaran pengalaman dan pembelajaran produktivitas kesehatan.
Keempat, memperkuat komitmen bersama menjadikan inovasi sebagai budaya peningkatan mutu layanan.
Menurutnya, para pemenang Konvensi Mutu Bidang Kesehatan Jakarta Selatan akan diseleksi untuk mewakili Jakarta Selatan dalam ajang tingkat Provinsi DKI Jakarta.
"Pada akhirnya, inovasi yang baik bukan hanya tentang hal yang baru, melainkan seberapa besar manfaat dan perubahan nyata yang dihasilkan. Selamat berkompetisi, berikan yang terbaik untuk Jakarta Selatan," tandasnya.