Selasa, 22 September 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Andry 190
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dan Yayasan Anyo Indonesia menggelar sosialisasi Waspada dan Kenali Gejala Kanker pada Anak Sejak Dini di kantor wali kota setempat.
Kegiatan yang diikuti 300 peserta ini dihadiri unsur TP PKK, Pengurus Darma Wanita Persatuan (DWP), Kader PKK, Kader Dasawisma, Kader Posyandu, Guru PAUD, hingga Pengelola RPTRA.
"Saya berharap kegiatan sosialisasi ini tidak berhenti,"
Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo mengatakan, anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus dijaga, lindungi, dan tumbuhkan dalam kondisi sehat. Pemahaman mengenai gejala yang perlu diwaspadai sangat penting agar anak dapat memperoleh pemeriksaan dan penanganan sedini mungkin.
"Apresiasi kepada seluruh peserta, khususnya para Kader PKK yang hadir dan menunjukkan komitmen nyata terhadap kesehatan keluarga di wilayah Jakarta Selatan," ujarnya, Selasa (22/9).
Syafrin mendorong, para kader PKK aktif menggerakkan masyarakat memanfaatkan program pemerintah seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG). Menurutnya, langkah ini menjadi cara efektif mendapatkan informasi awal terkait kesehatan keluarga dan mengambil tindakan korektif yang dibutuhkan.
Ia menuturkan, Pemkot Jakarta Selatan akan terus mendorong penguatan upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan melalui kolaborasi lintas sektor dan seluruh elemen masyarakat. Melalui sinergi tersebut, diharapkan tercipta lingkungan yang semakin peduli terhadap kesehatan anak dan mampu memberikan dukungan terbaik bagi tumbuh kembang mereka.
"Saya berharap kegiatan sosialisasi ini tidak berhenti pada bertambahnya pengetahuan para kader, tetapi juga dapat diteruskan kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing," ucapnya.
Wakil Ketua TP PKK DKI Jakarta, Dewi Rano menyebutkan pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman kanker pada anak berdasarkan data Global Cancer Observatory. Tercatat ada 11.156 kasus baru kanker pada anak usia 0 hingga 19 tahun setiap tahunnya di Indonesia, dengan leukemia sebagai jenis yang paling banyak ditemukan sekitar 34,8 persen.
"Peran kita tidak hanya membantu mengenali gejala kanker pada anak, tetapi juga memberikan dukungan kepada anak dan keluarga yang berjuang menjadi penyintas kanker," katanya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Dewi berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diteruskan dan disampaikan kembali kepada keluarga dan lingkungan.
Sehingga, semakin banyak masyarakat yang memahami gejala dan pentingnya kewaspadaan kanker pada anak sejak dini, maka semakin besar peluang para penyintas kanker untuk memperpanjang harapan hidup sekaligus membangun ketahanan lingkungan sekitar.
"Saya mengajak segenap kader PKK untuk terus memperkuat edukasi dan meningkatkan kewaspadaan bersama agar setiap anak Jakarta dapat tumbuh sehat dan memiliki kesempatan untuk merajai masa depan yang lebih baik," ungkapnya.
Ketua Bidang IV TP PKK DKI Jakarta, Suni Sigit melaporkan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat, memberikan pemahaman tanda dan gejala awal kanker pada anak, serta mendorong deteksi dini dan penanganan yang cepat.
Sosialisasi ini menghadirkan dua narasumber ahli, Dr Edi Setiawan Tehuteru yang memaparkan materi mengenai Waspada dan Kenali Kanker pada Anak, serta Dr Fitria Ramdita Budi dengan materi Kenali TBC di Lingkungan Keluarga.
"Melalui kolaborasi lintas sektor ini, kita berharap tercipta lingkungan yang peduli dan mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal," tandasnya.