Jumat, 18 September 2026 Reporter: Folmer Editor: Budhy Tristanto 68
(Foto: Folmer)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) berkolaborasi dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI bersama Kementerian Koperasi RI, meluncurkan dasboard pendampingan digital bagi ratusan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Jakarta, Jumat (18/9).
Kepala Bidang Koperasi Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menegah (PPKUKM) DKI Jakarta, Olanson Girsang mengatakan, peluncuran dashboard ini bertujuan agar ratusan KKMP yang telah mendapat dukungan dari Sistem Koperasi Desa Merah Putih (Simkopdes) yang disediakan Kemenkop terintegrasi secara real time dengan BUMD dan Pemprov DKI Jakarta.
Proses transaksi atau volume usaha KKMP bersama BUMD tercatat secara langsung
"Semua proses transaksi atau volume usaha KKMP bersama BUMD tercatat secara langsung di dalam sistem. Tidak perlu diinput ulang atau sudah masuk secara otomatis," ujar Olansons.
Pemprov DKI Jakarta, lanjut Olansons, juga telah meluncurkan dasboard atau sistem digitalisasi pendampingan bagi KKMP secara online.
Ia menjelaskan, sebanyak 179 dari 267 badan hukum KKMP di seluruh kelurahan se Jakarta sudah beroperasi secara mandiri.
Untuk itu, pihaknya akan terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi pengurus dan pengawas KKMP melalui diklat, bimtek, dan lain-lain, agar segera mulai berusaha.
Selain itu, lanjut Olansons, pihaknya juga telah mengintegrasikan KKMP menjadi distributor produk BUMD seperti daging, beras dan sebagainya. Serta menjadi offtaker atau menjual produk barang dari masyarakat seperti kerajian dan hasil lainnya.
"Berbagai model bisnis sudah difasilitasi, selanjutnya tergantung kemauan dari pengurus koperasi menjalankan usaha," imbuhnya.
Ketua Forum KKMP DKI Jakarta, Bahris Paseng menyatakan bahwa hal ini sangat membantu pengurus KKMP menjalankan usaha.
"Kami juga berharap pasokan barang BUMD yang dijual di koperasi tersedia setiap saat dengan harga murah sehingga KKMP busa bersaing di pasaran," ucapnya.
Sekadar informasi, saat ini Pemprov DKI Jakarta telah memiliki 267 KKMP yang tersebar di lima wilayah Kota dan Kabupaten Kepulauan Seribu, dengan jumlah anggota 10.639 orang serta total transaksi mencapai Rp 4,7 miliar perbulan.