Kewaspadaan Pencegahan Kebakaran Diminta Ditingkatkan

Kamis, 03 September 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 643

Aparatur kelurahan petamburan awasi pembakaran sampah bantaran KBT budhi

(Foto: Doc)

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan di tengah kondisi lingkungan yang semakin kering. Praktik tersebut berisiko memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.

Yuke menilai, risiko kebakaran di Jakarta saat ini cukup tinggi sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan tidak hanya oleh masyarakat, tetapi juga pengelola gedung dan lingkungan.

"Tidak boleh ada aktivasi bakar sampah,"

"Ini riskan kebakaran banget lho sekarang. Tidak boleh ada aktivasi bakar sampah dan lain-lain di tengah kemarau," ujar Yuke, Kamis (3/9).

Menurutnya, persoalan sampah yang belum sepenuhnya teratasi turut mendorong munculnya praktik pembakaran sampah secara ilegal. Lahan kosong yang dijadikan tempat pembuangan sampah kerap dibakar, padahal kondisi kering membuat api lebih cepat merambat.

"Walaupun kondisinya lagi mendesak, banyak sampah yang tertunda diangkut, tetapi tolong yang kayak gitu waspada jangan dilakukan (membakar sampah). Karena begitu api muncul itu cepat banget. Mana kita tahu api aman atau enggak," jelasnya.

Ia juga meminta seluruh sarana pencegahan kebakaran diperiksa kembali. Hidran, alat pemadam api ringan (APAR), serta perlengkapan keselamatan lainnya harus dipastikan tersedia dan berfungsi dengan baik.

Kondisi APAR juga perlu diperiksa agar tidak kedaluwarsa. Termasuk sosialisasi bagaimana mitigasi, evakuasi kalau terjadi kebakaran dan penanganan di lingkungan padat penduduk khususnya harus sering diingatkan.

Yuke menegaskan, pencegahan kebakaran harus menjadi tanggung jawab bersama. Sebab, kebakaran tidak hanya mengancam keselamatan warga dan lingkungan, tetapi juga berpotensi memperburuk kualitas udara Jakarta.

"Dengan adanya kebakaran hutan di mana-mana, kita kan enggak kepengin Jakarta jadi penyumbang polusi juga," ucap Yuke.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memimpin Apel Jaga Jakarta untuk memperkuat kesiapsiagaan dan sinergi lintas sektor menghadapi dampak kemarau panjang serta fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung hingga awal 2027.

Untuk mengantisipasi risiko kekeringan, penurunan kualitas udara, dan tingginya potensi kebakaran di permukiman padat, Pemprov DKI menyiagakan 1.027 personel dan 29 mobil tangki air bersih. Pemprov DKI juga membuka layanan darurat 112 bersama PAM Jaya untuk membantu warga terdampak.

Selain menginstruksikan respons cepat dan pengawasan ketat dari perangkat daerah, Pramono mengimbau masyarakat bijak menggunakan air, mewaspadai korsleting listrik, serta menjaga lingkungan dari berbagai potensi pemicu kebakaran.

BERITA TERKAIT
IMG 20260902 WA0098

Kebakaran di Jalan Sunter II Tuntas Dipadamkan

Rabu, 02 September 2026 593

Gub pramono anung apel siaga kemarau rezap

Pramono Tekankan Pentingnya Sinergisitas Hadapi Dampak Kemarau

Rabu, 02 September 2026 1044

Kebun bibit padi ujung menteng otoy2

Dinas KPKP Jaga Aktivitas Produksi Tetap Optimal di Musim Kemarau

Rabu, 05 Agustus 2026 919

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7156

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4845

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 2888

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2572

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1256

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks