Rabu, 02 September 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 95
(Foto: Anita Karyati)
Pasukan Biru Satuan Pelaksana Sumber Daya Air (Satpel SDA) Kecamatan Koja, Jakarta Utara merevitalisasi saluran air di Jalan Lontar VIII, RT 06 dan RT 07/RW 10, Kelurahan Tugu Utara. Progres pengerjaan saat ini sudah mencapai 30 persen.
"Panjang total 350 meter"
Kepala Satpel SDA Kecamatan Koja, Slamet Riyanto mengatakan, revitalisasi saluran tersebut merupakan tindak lanjut usulan warga yang disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2025.
"Pengerjaan telah dimulai sejak akhir Agustus lalu. Saluran yang diperbaiki memiliki panjang total 350 meter di kedua sisi jalan," ujarnya, Rabu (2/9).
Slamet menjelaskan, pekerjaan dilakukan dengan menyeragamkan dimensi saluran yang sebelumnya memiliki ukuran berbeda-beda dan membuat aliran air kurang maksimal.
"Lebar saluran diseragamkan menjadi 60 sentimeter dan kedalaman saluran ditingkatkan dari semula 90 sentimeter menjadi 1,2 meter untuk meningkatkan daya tampung air, terutama saat hujan," terangnya.
Menurutnya, pengerjaan revitalisasi saluran tersebut dilakukan secara manual dengan mengerahkan 18 personel Pasukan Biru dengan peralatan pendukung kerja.
Tahapan pekerjaan diawali dengan pengerukan sedimen lumpur yang cukup tinggi. Selanjutnya, dilakukan pembobokan dan pemasangan turap.
"Setelah turap selesai, saluran akan ditutup menggunakan pelat U-ditch agar lebih rapi dan aman bagi pejalan kaki," ungkapnya.
Slamet menambahkan, progres fisik pengerjaan saat ini sudah mencapai sekitar 30 persen. Pihaknya menargetkan revitalisasi tersebut rampung dalam dua hingga tiga bulan ke depan.
"Saya mengajak warga turut menjaga kebersihan saluran setelah revitalisasi selesai dengan tidak membuang sampah ke dalam saluran," ucapnya.
Sementara itu, Ketua RT 07/RW 10 Kelurahan Tugu Utara, Kandeng (62) mengapresiasi realisasi revitalisasi saluran tersebut karena kawasan itu kerap mengalami genangan lebih dari 30 sentimeter ketika hujan deras.
"Memang daerah rawan banjir. Alhamdulillah, usulan kami sejak tahun lalu akhirnya dikerjakan tahun ini. Semoga nantinya lingkungan kami tidak banjir lagi," tandasnya.