Minggu, 30 Agustus 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 202
(Foto: Istimewa)
Pementasan Drama Musikal Tari Putri Lopian ‘Bunga Belantara Dairi’ karya Sekolah Seni Yonif (SSY) yang digelar di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Minggu (30/8) mendapat apresiasi dari para penonton, termasuk Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno.
Drama musikal ‘Putri Lopian: Bunga Belantara Dairi’ menghidupkan kembali kisah Putri Lopian melalui perpaduan musik, tari, dan teater. Mengangkat cerita dari tanah Dairi, pementasan ini membawa pesan tentang keberanian, perjuangan, dan jejak seorang putri yang namanya tetap hidup dalam ingatan.
"bagian penting dari identitas itu,"
Kisah Putri Lopian sekaligus menjadi medium untuk mengenalkan keindahan dan kekayaan budaya Batak kepada generasi muda dan masyarakat Jakarta.
Rano menilai, pertunjukan seni menjadi media strategis dalam menanamkan nilai-nilai kepahlawanan dan sejarah Nusantara kepada generasi muda sejak dini.
“Hari ini kita menyaksikan bagaimana anak-anak tampil dengan penuh keberanian dan kreativitas melalui Drama Musikal Tari Putri Lopian ‘Bunga Belantara Dairi’. Bagi saya, yang paling penting bukan hanya hasil di atas panggung, tetapi proses mereka belajar, berlatih disiplin, bekerja sama, dan berani mengekspresikan diri melalui seni,” ujarnya.
Menurutnya, keberanian mendalami figur pahlawan daerah membentuk karakter anak bangsa yang memiliki kepekaan rasa dan integritas tinggi.
“Tidak mudah bagi anak-anak memainkan tokoh sejarah yang tidak mereka kenal secara langsung seperti Sisingamangaraja, tetapi dengan cinta hasilnya sangat luar biasa. Saya sangat bangga sanggar ini mengangkat kisah nasionalis tentang pahlawan daerah ke atas panggung teater modern,” katanya.
Rano mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat komitmen dalam memfasilitasi ruang berekspresi, pembinaan karakter, dan kreativitas generasi muda melalui kesenian daerah.
Menurutnya, penyelenggaraan pementasan tersebut juga merefleksikan pentingnya pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter di tengah percepatan Jakarta menjadi kota global. Pemerintah daerah memandang seni budaya sebagai pilar utama yang menjaga identitas kota menjelang momentum perayaan lima abad usianya.
“Menjelang lima abad Jakarta, kita tidak hanya membangun kota melalui infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga melalui manusia yang kreatif dan berkarakter. Jakarta sebagai kota global harus tetap memiliki jiwa, dan seni serta budaya adalah bagian penting dari identitas itu,” tuturnya.
Guna menyambut perayaan 500 tahun Jakarta tahun depan, Pemprov DKI Jakarta memberikan tantangan khusus kepada sineas dan pelaku teater muda untuk memproduksi lakon berlatar sejarah ibu kota. Dukungan pendampingan serta pembiayaan penuh akan disiapkan agar anak-anak muda dapat mengeksplorasi literasi sejarah lokal secara optimal.
“Saya memberikan tantangan kepada sutradara muda dan sanggar ini untuk membuat teater bertema 500 tahun Jakarta tahun depan dengan menggali peristiwa sejarah penting, seperti tahun 1740. Pemprov DKI Jakarta akan membantu pembiayaannya dan pementasan ini akan kita gelar kembali di panggung TIM,” jelasnya.
Ia menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen terus menyediakan ruang ekspresi publik dan mengintegrasikan berbagai pementasan seni ke dalam kalender kegiatan resmi kebudayaan tahun depan.
Pengelolaan terpadu dilakukan untuk memastikan seluruh sanggar kesenian memiliki kesempatan berkreasi dan tampil secara berkelanjutan.
Rano menilai, pentas seperti ini mempertemukan kreativitas, pendidikan, dan kekayaan budaya Nusantara dengan masyarakat Jakarta yang beragam.
“Saya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Sekolah Seni Yonif, para pembimbing, orang tua, serta jajaran TNI Yonif 201/Jaya Yudha atas kolaborasi pembinaan seni selama hampir sembilan tahun ini. Ekosistem seni akan tumbuh kalau anak-anak diberi ruang, didampingi dengan sabar, dan karya mereka dihargai secara luas,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Seni Yonif yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta, Marulina Dewi, menegaskan komitmen sanggar dalam mengasah kecakapan hidup generasi muda melalui seni tari, teater, dan vokal secara gratis.
Ia menyampaikan, penanaman nilai luhur perjuangan dari lakon Putri Lopian Sinambela diselaraskan dengan kesiapan sanggar untuk menjadi bagian integral dari perayaan lima abad Jakarta.
“Melalui kisah Putri Lopian Sinambela, kami menanamkan nilai keberanian, kesetiaan, dan pengorbanan kepada lebih dari 60 anak yang tampil secara profesional di panggung teater sesungguhnya. Kami sangat berterima kasih atas dukungan penuh Pemprov DKI Jakarta, Yonif 201/Jaya Yudha, dan seluruh pihak, serta menegaskan komitmen Sekolah Seni Yonif untuk terus berkontribusi menyambut 500 tahun Jakarta,” tandasnya.