Jumat, 28 Agustus 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 170
(Foto: Istimewa)
Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta akan menjadi tuan rumah pameran antropologi dan fotografi bertajuk 'Malangan: A Legacy That Refuses to Vanish' mulai 3 September 2026.
Pameran ini merupakan riset visual yang mendokumentasikan 12 komunitas aktif penjaga tradisi leluhur Wayang Topeng Malangan di wilayah Malang, Jawa Timur.
"Pelestarian warisan budaya Indonesia,"
Pameran di Jakarta digelar setelah acara penyerahan kembali karya kepada komunitas yang berlangsung di Sanggar Asmorobangun, Pakisaji, Malang, pada 23 Agustus 2026. Dalam acara tersebut, masyarakat setempat secara mandiri mengorganisasi dan mengoordinasikan pameran 'Malangan: Un legado que se niega al desaparecer' di desa mereka sendiri.
Pada kesempatan itu, sang fotografer menyerahkan secara langsung buku buatan tangan kepada para maestro dan pemimpin dari 12 komunitas. Buku tersebut merekam sejarah, ritual, dan kesaksian masyarakat setempat. Proses ini berangkat dari gagasan utama proyek bahwa “ingatan dan memori tidak pernah menjadi milik kita: ia harus selalu kembali ke asalnya.”
Wayang Topeng Malangan memiliki keterkaitan erat dengan kisah epik siklus Panji yang telah ditetapkan UNESCO sebagai Memory of the World. Tradisi ini menjadi salah satu bentuk ekspresi ritual dan teater yang khas di Indonesia. Di tengah ancaman kepunahan tradisi leluhur tersebut, pameran ini hadir untuk menyuarakan ketangguhan para penjaga budaya sekaligus menghormati para maestro yang mempertahankannya.
"Melalui pameran ini, Museum Seni Rupa dan Keramik menjadi ruang perjumpaan antara seni, sejarah, dan ingatan kolektif masyarakat. Kami berharap kisah para maestro dan komunitas Wayang Topeng Malangan dapat dikenal lebih luas sekaligus memperkuat kepedulian terhadap pelestarian warisan budaya Indonesia," ujar Kepala Unit Pengelola Museum Seni, Sri Kusumawati, Jumat (28/8).
Fotografi yang ditampilkan dalam proyek ini merupakan upaya untuk merekam kehidupan sekaligus menghadirkan kembali kisah-kisah yang berpotensi hilang jika tidak didokumentasikan. Pameran ini menampilkan rangkaian potret mendalam, fotografi dokumenter lapangan, serta berbagai materi etnografis yang dihimpun selama berbulan-bulan melalui kerja lapangan bersama komunitas dan sanggar Wayang Topeng Malangan.
Proyek tersebut terwujud melalui dukungan dan kerja sama Kedutaan Besar Spanyol di Indonesia, AECID, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Unit Pengelola Museum Seni, dan Museum Seni Rupa dan Keramik.
Kolaborasi juga melibatkan proyek riset Unveiling the Masks, Cátedra de Estudios sobre la Tradición Universidad de Valladolid, GIR IDINTAR, serta Cofradía del Santísimo Sacramento (Archicofradía de Minerva).
Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komitmen internasional, akademis, dan kelembagaan dalam melindungi warisan budaya takbenda sekaligus menjaga keberagaman budaya Indonesia.