Rabu, 26 Agustus 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 239
(Foto: Doc)
Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta meminta masyarakat agar mengantisipasi risiko sejumlah gangguan kesehatan yang disebabkan kondisi udara yang lebih panas dan kering imbas cuaca panas musim kemarau yang diprediksi terjadi pada Agustus-September 2026.
Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati mengingatkan masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh selama musim kemarau, terutama dengan mencukupi kebutuhan cairan dan menerapkan pola hidup sehat.
"membatasi aktivitas saat cuaca sangat panas,"
“Udara yang lebih kering dan panas dapat meningkatkan risiko beberapa masalah kesehatan, terutama jika tidak diimbangi dengan asupan cairan dan pola hidup yang sehat,” ujar Ani, Rabu (26/8).
Salah satu gangguan kesehatan yang perlu diwaspadai adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Penurunan kualitas udara akibat debu dan polusi dapat mengganggu saluran pernapasan.
“Untuk mengurangi risiko ISPA, masyarakat dapat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, menjaga kebersihan rumah, dan memastikan kebutuhan air putih tercukupi,” tuturnya.
Selain ISPA, masyarakat juga perlu memperhatikan risiko diare. Suhu udara yang tinggi dapat membuat makanan lebih cepat rusak apabila tidak disimpan dengan baik. Karena itu, makanan matang sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang dan makanan sisa disimpan di dalam kulkas Begitu pula kita harus selalu mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan.
Risiko lain yang perlu diperhatikan adalah dehidrasi dan heatstroke akibat tubuh kehilangan banyak cairan ketika berada dalam kondisi panas. Masyarakat dianjurkan mencukupi kebutuhan cairan sekitar 2-3 liter per hari dan menghindari aktivitas fisik berat di luar ruangan pada pukul 10.00-14.00 WIB.
“Sirkulasi udara yang kurang baik dapat meningkatkan risiko penularan penyakit di dalam ruangan,” katanya.
Ia menyampaikan, cuaca panas juga dapat memengaruhi kondisi kulit, termasuk meningkatkan risiko munculnya gatal dan ruam pada penderita eksim.
“Penggunaan pakaian yang ringan dan menyerap keringat dapat membantu menjaga kulit tetap nyaman,” ucapnya.
Dinkes DKI Jakarta turut mengimbau masyarakat rutin memantau kualitas udara sebelum beraktivitas di luar ruangan. Informasi kualitas udara dapat diakses melalui udara.jakarta.go.id yang juga menyediakan rekomendasi aktivitas luar ruang sesuai kondisi udara di lokasi pengguna.
“Dengan menjaga asupan cairan, kebersihan, pola makan, serta membatasi aktivitas saat cuaca sangat panas, risiko gangguan kesehatan selama musim kemarau dapat diminimalkan,” tandasnya.