Kamis, 20 Agustus 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 185
(Foto: Istimewa)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan mengirimkan enam Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) dari UPT Pusat Krisis dan Kegawatdaruratan Kesehatan Daerah (PK3D) untuk mendukung penanganan kesehatan masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Enam tenaga kesehatan tersebut diberangkatkan dalam dua tahap, yakni pada 15 dan 18 Agustus 2026. Mereka akan bergabung bersama Tim Bencana Kementerian Kesehatan RI untuk memperkuat respons dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana.
"membantu percepatan penanganan di wilayah terdampak,"
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati mengatakan, pengiriman tenaga kesehatan tersebut merupakan bentuk dukungan DKI Jakarta terhadap upaya penanganan kondisi darurat kesehatan di wilayah terdampak gempa.
“Pada tahap pertama, tiga tenaga kesehatan diberangkatkan pada 15 Agustus 2026 untuk mendukung kebutuhan logistik di lapangan. Selanjutnya, pada 18 Agustus 2026, tiga tenaga kesehatan lainnya diberangkatkan sebagai bagian dari Emergency Medical Team (EMT) untuk memperkuat pelayanan medis,” ujarnya, Kamis (20/8).
Ani menjelaskan, keterlibatan tenaga kesehatan DKI Jakarta diharapkan dapat memperkuat upaya penanganan kesehatan bagi masyarakat terdampak selama masa tanggap darurat, khususnya ketika fasilitas kesehatan di wilayah tersebut terkena dampak akibat bencana.
“Dukungan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk memperkuat pelayanan kesehatan warga terdampak bencana. Kami berharap kehadiran tenaga kesehatan dari Jakarta dapat memberikan manfaat dan membantu percepatan penanganan di wilayah terdampak,” tandasnya.
Saat ini, PK3D mengirim dua tim yang tergabung di Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Emergency Medical Team (EMT) Kementerian Kesehatan untuk dimobilisasi ke Kabupaten Manggarai (keberangkatan 15 Agustus 2026) dan Kabupaten Nagekeo (keberangkatan 18 Agustus 2026) di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Tim Cadangan Kesehatan Emergency Medical Team Komposit (logistik) bertugas di Lapangan Golo Dukal di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Lapangan ini difungsikan sebagai rumah sakit lapangan darurat untuk menangani korban gempa bumi dan meningkatkan layanan kesehatan. Saat ini telah membangun empat tenda operasional dan satu tenda ruang operasi untuk dukungan layanan operasional.
Tim Cadangan Kesehatan Emergency Medical Team yang terdiri dari dokter dan perawat ditugaskan di Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur untuk fokus memberikan pelayanan kesehatan di wilayah terdampak. Mobilisasi Tim TCK EMT PK3D langsung dipimpin oleh Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan.
Sebagai informasi, gempa bumi dengan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT, pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Berdasarkan informasi BMKG, gempa tersebut berpusat di laut sekitar 30 kilometer arah timur laut Nagekeo dengan kedalaman 15 kilometer.
Pascagempa, respons kesehatan terus diperkuat oleh pemerintah pusat dan daerah. Kementerian Kesehatan juga menyiapkan rumah sakit lapangan di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, untuk menjaga keberlangsungan pelayanan medis di tengah kondisi fasilitas kesehatan yang terdampak.