Warga Cengkareng Diedukasi Pencegahan Korupsi, Gratifikasi, Pungli dan Judol

Kamis, 20 Agustus 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 774

PSX 20260820 162012

(Foto: Budhi Firmansyah Surapati)

Sebanyak 300 warga dan pelajar di wilayah Kecamatan Cengkareng, Kamis (20/8), diedukasi tentang pencegahan korupsi, gratifikasi, pungli dan judi online. Kegiatan digelar di Gedung Aula SMKN 53, Jalan Rusun Flamboyan, Kelurahan Cengkareng Barat.  

Kegiatan yang diinisiasi Inspektur Pembantu Wilayah Kota (Irbanko) Jakarta Barat ini, dikemas dalam program forum diskusi bertajuk 'Ngopi Waspada' dan dibuka Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Ali Murtadho.  

Membuka wawasan, cakrawala, dan pengetahuan warga

Dikatakan Ali, program ini membahas tentang bahaya korupsi, bahaya judi, serta cara mengatasinya. Salah satunya melalui penguatan integritas dari seluruh komponen.

"Kegiatan ini untuk membuka wawasan, cakrawala, dan pengetahuan warga dari unsur kelembagaan masyarakat," ucap Ali.

Dijelaskan Ali, kegiatan ini juga mengangkat tema bahaya judi dan penanganannya sebagai salah satu isu strategis. 

Ali menegaskan, penanganan judi tidak hanya bisa dilakukan oleh pemerintah dan aparat hukum, tapi harus dari hulu sampai hilir dengan melibatkan masyarakat.

Menurut Ali, berdasar hasil penelusuran PPATK tercatat ada 21.497 pemain judi online di wilayah Kecamatan Cengkareng. Jumlah ini menempatkan Kecamatan Cengkareng dengan jumlah pemain judi online tertinggi se-Indonesia. 

Ali berharap, kegiatan ini bisa mengedukasi masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Cengakreng tentang bahaya judi online. Sehingga, nantinya pemain judi online semakin berkurang hingga tuntas.

"Menjadi kaya tidak mungkin bisa berasal dari judi. Jika ingin kaya, ya harus bekerja, bukan berjudi," tegasnya.

Kepala Inbanko Jakarta Barat, Reni Septianawati menjelaskan, 300 peserta yang mengikuti kegiatan terdiri dari ASN, pengurus RT/RW, pelajar, FKDM, tokoh agama, tokoh masyarakat, LMK, karang taruna dan dewan kota dari Kecamatan Cengkareng. 

"Kegiatan dilaksanakan satu hari, melibatkan narasumber dari unsur akademisi, KPK dan PPATK. Dengan pelibatan masyarakat, kami optimistis hasilnya akan lebih optimal," tegasnya.

Kepala Suku Bagian Unit Pusat Pemberdayaan Kemitraan Anti Pencucian Uang PPATK, Adhitya Arbiansyah Afandi mengungkapkan, pihaknya telah bekerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta untuk mengatasi persoalan judi online, sejak tiga tahun lalu. 

Diakuinya, pengguna atau pemain judi online di Jakarta Barat merupakan jumlah tertinggi kedua di Indonesia.

Ia berharap, langkah ini bisa dicontoh kota lainnya dengan melakukan edukasi melibatkan masyarakat.

"Selama ini edukasi yang dilakukan sebatas kalangan ASN saja. Kami berharap, ini bisa menjadi contoh dan diterapkan ke kota lain di Jakarta," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Gub dki pramono ist

Pram Dukung Aparat Hukum Tindak Tegas Pelaku Judi Online

Rabu, 13 Mei 2026 1701

IMG 20260730 WA0071

Irbanko dan Sudin CKTRP Jakpus Bakal Bahas Pelanggaran PBG di Petojo Utara

Kamis, 30 Juli 2026 1197

Sidak kendaraan tiyo

Irbanko Jaksel Sidak Penggunaan Transportasi Umum Pegawai

Rabu, 15 Juli 2026 939

BERITA POPULER
Petugas tj bantu warga ist2

Aksi Humanis Petugas Transjakarta Bantu Lansia Tuai Apresiasi

Kamis, 15 Oktober 2026 14474

Puskesmas matraman otoy

Surveilans Influenza A di Jakarta Diperkuat, Warga Diimbau Tetap Tenang dan Waspada

Jumat, 16 Oktober 2026 3546

Masukan Ketua Komisi B Optimalisasi Transportasi Umum MRT ilust 1

Makin Diminati, Transportasi Jakarta Tembus Peringkat 15 Besar Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 894

Transjakarta penghargaan pusta karsa ist

Hattrick, Transjakarta Pertahankan Predikat Terbaik Pertama Pengelolaan Arsip

Kamis, 15 Oktober 2026 1904

Konpers Jakarta Esports 2026 ist

Jakarta Esports 2026 Hadirkan Panggung Game Lokal, Musik, dan Kreativitas

Senin, 19 Oktober 2026 827

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks