Selasa, 18 Agustus 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 123
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan bersama Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta melakukan kick-off Nasional program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) bagi penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan di Ruang Antasari, Kantor Wali Kota setempat.
"Bangkit dan berusaha"
Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Firmanuddin Ibrahim menyampaikan apresiasi kepada BPJS Ketenagakerjaan atas komitmennya dalam memberdayakan masyarakat, khususnya di tengah dinamika ekonomi global dan tantangan inflasi.
"Kegiatan pagi ini diikuti 70 peserta atau ahli waris penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan," ujarnya, Selasa (18/8).
Firmanuddin menjelaskan, program PEKA memberikan solusi konkret melalui pelatihan dan kolaborasi lintas sektor, seperti dengan Telkom untuk bantuan pemasaran.
"Ini adalah inti manfaat BPJS Ketenagakerjaan, tidak sekadar memberikan perlindungan jaminan sosial, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk bangkit dan berusaha secara mandiri," terangnya.
Ia meminta agar para peserta pelatihan yang merupakan UMKM binaan untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan peluang pasar, termasuk saat penyelenggaraan pesta rakyat dan berbagai kegiatan lainnya.
"Saya mendorong pelaku UMKM untuk berinovasi. Jangan hanya fokus pada produk umum seperti kopi atau mi instan, tetapi coba hidupkan kembali produk tradisional khas Betawi yang mulai langka, seperti kue dongkal, rangi, sengkulun, hingga bir pletok," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kanwil DKI Jakarta, Deny Yusyulian memaparkan, program PEKA mengusung strategi Value Beyond Protection. Pendekatan tersebut bertujuan mendampingi pekerja dan keluarganya setelah menghadapi risiko sosial ekonomi agar dapat kembali produktif.
"Khusus di DKI Jakarta, program ini sudah merangkul 406 penerima manfaat melalui berbagai program unggulan, mulai dari literasi keuangan, pelatihan Google AI, kelas memasak, hingga pelatihan merangkai buket bunga yang diikuti 70 peserta dari 20 kantor cabang hari ini," bebernya.
Deny menuturkan, kunci keberhasilan program tersebut terletak pada filosofi "ikan, kail, perahu, dan navigasi" yang dijalankan melalui sinergisitas dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, BSI, Rumah BUMN, serta Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD).
"Negara hadir tidak hanya memberikan 'ikan' berupa jaminan tunai, tetapi juga 'kail' berupa keterampilan, serta 'perahu dan navigasi' melalui pendampingan dan akses pasar," imbuhnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, lanjut Deny, jaringan kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen memanfaatkan hasil karya peserta dalam berbagai agenda resmi mendatang.
"Pesan saya, serap ilmu sebanyak-banyaknya dan jangan ragu untuk terus berkolaborasi. Semoga ikhtiar bersama ini memberikan manfaat luas bagi kemandirian ekonomi kita semua," tandasnya.