Selasa, 18 Agustus 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 128
(Foto: Reza Pratama Putra)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menghadiri acara pelantikan Forum Ulama dan Habaib (FUHAB) DKI Jakarta di Jakarta International Velodrome, Jakarta Timur, Selasa (18/8).
Dalam sambutannya, Pramono menekankan pentingnya menjaga hubungan yang baik antara ulama dan umara (pemerintah). Menurutnya, sinergi tersebut menjadi salah satu cerminan tata kelola pemerintahan yang berjalan dengan baik.
"Buat kenyamanan dalam kehidupan Jakarta,"
Pramono juga mengapresiasi berbagai kegiatan yang diselenggarakan para ulama di Jakarta. Ia meyakini bahwa kegiatan tersebut turut menciptakan suasana kehidupan masyarakat yang semakin nyaman dan kondusif.
"Acara-acara seperti ini pasti akan membuat kenyamanan dalam kehidupan Jakarta semakin hebat," ujar Pramono.
Ia menambahkan, Jakarta saat ini menjadi provinsi dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di Indonesia, disusul Daerah Istimewa Yogyakarta. Dikatakan Pramono, capaian tersebut menunjukkan Jakarta mampu terus berkembang meski menghadapi kompleksitas dan dinamika perkotaan yang tinggi.
"Kenapa saya menyampaikan ini? Ini menunjukkan bahwa walaupun Jakarta kompleks, dinamikanya sangat berat, tetapi pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat bisa menjaga Jakarta menjadi jauh lebih baik. Dan terutama adalah kehidupan beragama," katanya.
Pramono juga bersyukur atas terjalinnya hubungan yang baik antara Pemprov DKI dan para ulama. Ia menilai, keterbukaan dan transparansi pemerintah dalam membangun komunikasi dengan berbagai pihak turut menjaga stabilitas Jakarta di tengah tekanan ekonomi global.
"Mudah-mudahan kondisi ini terus bisa kita jaga," tandasnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP FUHAB DKI Jakarta, KH Muhammad Luthfi Zawawi menambahkan, pelantikan tersebut merupakan pengukuhan kepengurusan FUHAB periode 2026-2031.
Ia menjelaskan, penguatan struktur organisasi kini tidak hanya dilakukan di tingkat pusat, tetapi juga hingga kecamatan dan kelurahan. Sebanyak 267 kelurahan dan 44 kecamatan di seluruh DKI Jakarta kini memiliki kepengurusan FUHAB.
Pelantikan juga mencakup Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) FUHAB di lima kota administrasi dan Kepulauan Seribu. Selain itu, kepengurusan FUHAB di wilayah penyangga seperti Bogor Raya, Bekasi Raya, Tangerang Raya, dan Depok turut dikukuhkan.
Menurut Luthfi, perluasan struktur organisasi tersebut menjadi momentum bagi FUHAB untuk meningkatkan kontribusi dalam bidang sosial, pendidikan, dan dakwah.
"Momentum pelantikan ini akan menjadi pintu gerbang untuk Forum Ulama Habaib berjuang memberikan kontribusi yang terbaik buat bangsa dan negara, khususnya untuk kota yang kita cintai yaitu Kota Jakarta," katanya.
Ke depan, FUHAB berencana memperkuat program pencegahan berbagai persoalan sosial di masyarakat. Salah satunya melalui kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memberikan edukasi dan mencegah penyalahgunaan narkotika mulai dari tingkat kelurahan hingga kota.
Selain itu, FUHAB juga akan membantu menyosialisasikan sejumlah program Pemprov DKI kepada masyarakat, termasuk edukasi mengenai pemilahan sampah di lingkungan permukiman.
Luthfi berharap, seluruh pengurus FUHAB dapat bersinergi dengan pemerintah serta organisasi kemasyarakatan lainnya untuk menjaga Jakarta sebagai kota yang maju, modern, global, berbudaya, dan berakhlak.
"Kita bersama-sama jaga kota yang kita cintai ini untuk menjadi kota yang modern, kota yang global, kota yang maju, kota yang berbudaya, dan kota yang berakhlakul karimah," tandasnya.