Minggu, 16 Agustus 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 132
(Foto: Istimewa)
Napak Tilas Proklamasi 2026 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung di Museum Joang 45 dan Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Minggu (16/8).
Kegiatan yang mengusung tema ‘Refleksi Kemerdekaan untuk Masa Kini dan Nanti’ tersebut menjadi ruang edukasi sejarah sekaligus sarana bagi generasi muda untuk mengenang kembali perjuangan bangsa dalam mencapai kemerdekaan Indonesia.
"perjuangan bangsa kita,"
Pawai Napak Tilas Proklamasi 2026 dimulai dari Museum Joang 45 dan berakhir di Tugu Proklamasi. Kegiatan tersebut digelar untuk menjelajahi lokasi-lokasi bersejarah yang terkait dengan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Perwakilan keluarga Wakil Presiden Indonesia pertama Mohammad Hatta, Halida Nuriah Hatta, yang ikut serta dalam kegiatan itu menyampaikan apresiasi terhadap semangat peserta yang mengikuti Napak Tilas Proklamasi 2026.
Halida mengatakan, keluarga Bung Hatta merasa terhormat karena kembali diundang dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut kakak-kakaknya, Meutia Farida Hatta Swasono dan Gemala Rabi’ah Hatta, turut menyampaikan salam.
“Saya melihat di sini ada semangat optimisme semuanya dan aura yang positif ada di sini. Kami merasa terhormat diundang ke acara ini setiap tahun. Kami sangat menghargai bahwa masyarakat semua tetap konsisten untuk merawat pengalaman dan ingatan dari perjuangan bangsa kita,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kemerdekaan Indonesia memiliki keunikan karena dicapai melalui usaha bangsa Indonesia sendiri. Menurutnya, tidak banyak bangsa di dunia yang memperoleh kemerdekaannya dengan upayanya sendiri.
“Indonesia memperoleh kemerdekaannya, mencapai kemerdekaan nasionalnya dengan usaha sendiri. Jadi apabila tulisan-tulisan asing mengatakan bahwa Indonesia merdeka adalah hadiah dari Jepang, itu tidak benar,” tegasnya.
Halida mengajak masyarakat untuk melihat kembali sejauh mana pencapaian Indonesia memasuki usia kemerdekaan ke-81 tahun. Ia menekankan pentingnya membangun kepercayaan, konsistensi, kemajuan, serta ketelitian dalam menjalankan pekerjaan.
“Tetapi seberapa mananya kita harus bisa menciptakan suatu trustworthiness, kita bisa dipercaya, kita konsisten, dan kita maju serta teliti dalam pekerjaan kita,” katanya.
Halida juga mengingatkan cita-cita para pendiri bangsa yang telah dirumuskan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan isi Undang-Undang Dasar 1945 yang diresmikan pada 18 Agustus 1945. Disebutkan bahwa Indonesia mendukung perdamaian dunia dan Indonesia bertekad untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Hidup kita harus berkualitas. Tidak hanya cerdas otaknya, tetapi kualitas kehidupan masyarakat di Indonesia, individu, masyarakat, setiap orang Indonesia harus cerdas hidupnya,” ujarnya.
Menurut dia, upaya tersebut membutuhkan kerja sama dan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Halida juga menyampaikan optimismenya melihat masyarakat tetap mengingat persatuan bangsa di tengah kesibukan masing-masing. Ia menegaskan kemerdekaan harus diisi dengan menjaga persatuan, kedaulatan, keadilan, dan kemakmuran.
“Ingat bahwa Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 itu memuat Indonesia harus tidak hanya merdeka, merdeka diisinya dengan tetap kita jaga persatuan, merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur,” katanya.
Halida mengatakan, kedaulatan berarti bangsa Indonesia menentukan nasibnya sendiri dan memiliki pijakan yang kuat dalam menghadapi berbagai persoalan.