Kamis, 13 Agustus 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 156
(Foto: Istimewa)
Sebanyak 230 peserta mengikuti webinar pembinaan pemberdayaan berperspektif gender yang diselenggarakan Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Kota Administrasi Jakarta Timur.
"Bebas dari diskriminasi"
Mengusung tema "Menghapus Batas Gender, Wujudkan Masyarakat Produktif Tanpa Diskriminasi", kegiatan tersebut diikuti kader TP PKK mulai tingkat kelurahan, kecamatan hingga kota, pengelola RPTRA, serta kader Dasawisma.
Kepala Suku Dinas PPAPP Jakarta Timur, Ferlina Kirtiasih mengatakan, webinar tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kesetaraan dan pemberdayaan yang berperspektif gender.
Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan materi dari Dewa Ayu Laksmi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia serta pemerhati gender dan anak, Agustina Erni. Webinar dimoderatori Anggin Nuzula Rahma dari Kementerian PPPA RI.
"Kesetaraan gender menjadi bagian penting dalam menciptakan masyarakat yang produktif, inklusif dan bebas dari diskriminasi," ujarnya, Kamis (13/8).
Menurutnya, kesetaraan gender bukan berarti menyamakan perempuan dan laki-laki dalam seluruh aspek kehidupan. Tapi, terpenting adalah memastikan setiap orang memperoleh kesempatan, akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat pembangunan secara setara tanpa dibatasi stereotip gender.
Ferlina menjelaskan, pemahaman tersebut semakin penting karena dalam kehidupan sehari-hari masih ditemukan anggapan bahwa pekerjaan, peran sosial, maupun kesempatan tertentu hanya pantas dilakukan oleh perempuan atau laki-laki.
"Padahal, kemampuan, potensi, dan produktivitas seseorang tidak ditentukan oleh jenis kelaminnya," terangnya.
Ia menuturkan, menghapus batas gender berarti membuka ruang yang lebih luas bagi setiap individu untuk berkembang sesuai potensi dan kompetensinya.
Pemberdayaan berperspektif gender juga tidak semata-mata berbicara mengenai perempuan, tetapi mencakup upaya membangun keluarga, lingkungan kerja, masyarakat, dan pemerintahan yang memberikan kesempatan adil bagi perempuan maupun laki-laki untuk berkontribusi.
"Ketika perempuan mendapatkan akses yang lebih baik terhadap pendidikan, ekonomi, pekerjaan, kepemimpinan, dan pengambilan keputusan, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh perempuan, tetapi turut memberikan dampak positif bagi keluarga dan masyarakat," ungkapnya.
Ia memaparkan, keterlibatan laki-laki dalam pengasuhan, pekerjaan domestik, serta upaya pencegahan kekerasan dan diskriminasi juga penting untuk membangun relasi yang lebih sehat dan setara dalam keluarga.
"Untuk tingkat Kota Jakarta Timur, upaya tersebut perlu terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha, organisasi masyarakat, TP PKK, kader pemberdayaan, komunitas, serta seluruh elemen masyarakat," bebernya.
Ferlina menuturkan, Pemkot Jakarta Timur ingin membangun lingkungan masyarakat yang inklusif dan produktif dengan memberikan ruang serta kesempatan yang setara bagi seluruh warga untuk berkembang dan berkontribusi.
"Kita ingin membangun Jakarta Timur sebagai wilayah yang inklusif, produktif, aman, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh warganya," imbuhnya.
Ia berharap, webinar tersebut tidak berhenti sebatas peningkatan pengetahuan peserta. Materi yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan keluarga, tempat kerja, sekolah, komunitas, hingga pelayanan publik.
"Kami ingin pemahaman mengenai kesetaraan gender dapat diterjemahkan menjadi tindakan nyata untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari diskriminasi dan memberikan kesempatan yang adil bagi setiap individu," tandasnya.