Rabu, 12 Agustus 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 155
(Foto: Nugroho Sejati)
Sebanyak 10 tim perwakilan dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) mengikuti Jakarta Fire Fighter Challenge 2026 di Markas Pusdiklat Gulkarmat Ciracas, Jakarta Timur.
"Mahir dalam operasional maupun taktik operasi"
Kompetisi yang berlangsung mulai 11-12 Agustus 2026 ini menjadi wadah untuk menguji kemampuan, ketangguhan, sekaligus meningkatkan keterampilan personel Gulkarmat dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan.
Mengusung tema "Bergerak Maju Menuju Era Baru Jakarta", Jakarta Fire Fighter Challenge 2026 mempertandingkan dua kategori, yakni Hose Laying dan Brave Heart.
Kepala Pusdiklat Gulkarmat DKI Jakarta, Jon Vendri mengatakan, pelaksanaan tahun ini hanya mempertandingkan dua kategori karena adanya efisiensi anggaran. Sebelumnya, kegiatan serupa mempertandingkan tiga jenis lomba.
"Hari pertama jenis lombanya Hose Laying dengan peserta beregu. Sedangkan, Brave Heart yang digelar hari kedua pesertanya perorangan," ujarnya, Rabu (12/8).
Jon menjelaskan, setiap Suku Dinas Gulkarmat mengirimkan dua orang perwakilan sehingga total terdapat 10 tim yang berpartisipasi dalam kompetisi tersebut.
Pada kategori Hose Laying, setiap regu terdiri dari lima personel. Perlombaan ini menguji kemampuan peserta dalam menjalankan prosedur operasional pemadaman kebakaran, termasuk penggunaan peralatan pemadaman.
"Lebih ke operasional pemadaman kebakaran. Ini untuk menguji bagaimana anggota melakukan pemadaman dan menggunakan peralatan dalam operasi pemadaman," terangnya.
Menurutnya, untum kategori Brave Heart diikuti secara perorangan untuk menguji ketangguhan dan kemampuan personel dalam menghadapi tantangan operasional pemadaman kebakaran.
Ia menegaskan, perlombaan tersebut bukan sekadar mencari pemenang, tetapi juga menjadi bagian dari latihan untuk meningkatkan keterampilan anggota dalam menerapkan taktik operasi pemadaman dan menggunakan berbagai peralatan di lapangan.
"Tentunya ini fungsinya adalah melatih anggota agar mahir dalam operasional maupun taktik operasi pemadaman. Bagaimana mereka menggunakan peralatan di dalam pemadaman kebakaran," ucapnya.
Ia berharap, kompetisi tersebut dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan ketangguhan seluruh personel Gulkarmat DKI Jakarta dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Tantangan yang dihadapi petugas pemadam kebakaran semakin kompleks seiring perkembangan pembangunan kota. Kepadatan permukiman dan pembangunan gedung-gedung bertingkat menjadi tantangan tersendiri ketika terjadi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya.
Untuk itu, personel Gulkarmat dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk dalam pelaksanaan operasi penyelamatan atau rescue.
"Seiring dengan kemajuan zaman tentunya ada saja tantangan bagi anggota. Perkembangan pembangunan kota, banyaknya permukiman padat penduduk, termasuk perkembangan gedung tinggi, menjadi tantangan tersendiri," ungkapnya.
Jhon menambahkan, peningkatan kemampuan personel melalui pelatihan dan kompetisi seperti Jakarta Fire Fighter Challenge diharapkan berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan.
"Melalui kemampuan dan keterampilan yang semakin baik, petugas diharapkan dapat memberikan penanganan yang cepat, tepat, serta profesional ketika masyarakat membutuhkan pertolongan," tandasnya.