Perusahaan di TB Simatupang Dukung Pembangunan Jaringan Perpipaan Air Limbah

Selasa, 11 Agustus 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 887

Spald tb simatupang paljaya ist2

(Foto: Istimewa)

Sejumlah perusahaan dan pengelola gedung di sepanjang kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, menunjukkan dukungan terhadap pembangunan SPALD-T (Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat).

Dukungan tersebut diberikan dengan memperbolehkan sebagian lahan mereka digunakan untuk pembangunan jaringan perpipaan menuju fasilitas pengolahan air limbah.

"sehingga tidak terjadi kemacetan di Jalan TB Simatupang,"

Direktur Utama Perumda PAL Jaya, Untung Suryadi mengapresiasi partisipasi para pemilik dan pengelola gedung yang telah merelakan lahannya digunakan untuk pembangunan jaringan perpipaan air limbah.

Ia menilai, penggunaan lahan privat tersebut menjadi solusi agar pembangunan jaringan perpipaan air limbah tidak seluruhnya dilakukan di badan jalan TB Simatupang yang memiliki tingkat kepadatan lalu lintas tinggi.

“Alhamdulillah kami berterima kasih pada gedung-gedung yang kami lewati. Setelah mungkin dulu pernah terjadi kemacetan di TB Simatupang, akhirnya kami bernegosiasi dengan gedung-gedung untuk dapat menanam jaringan pipa di antara gedung-gedung tersebut,” ujarnya, Selasa (11/8).

Beberapa perusahaan maupun pengelola gedung yang memberikan ruang untuk pembangunan jaringan perpipaan antara lain, Cibis Park, Wisma Raharja, Sovereign Plaza, PT JGC Indonesia, OLX Mobbi, Kinarya Selaras (Kisel Group), Fatmawaty City Center (FCC), RSUP Fatmawati, dan KPP Cilandak atau Kantor Pajak.

Untung mengatakan, partisipasi para pemilik gedung memungkinkan PAL Jaya membangun jaringan perpipaan melalui halaman atau area lahan gedung, sehingga dapat mengurangi pekerjaan konstruksi di badan Jalan TB Simatupang.

Ia menjelaskan, pembangunan jaringan perpipaan tersebut dilakukan dengan metode konstruksi pada kedalaman sekitar 11 meter. Untuk setiap titik pekerjaan, PAL Jaya harus membuat lubang berukuran cukup besar, yakni sekitar 5 x 7 meter.

“Sehingga kami tidak perlu menanam pipa di jalan, tapi berada di halaman-halaman mereka. Kami buat lubang di halaman mereka itu kurang lebih pada dimensi 5 x 7 meter, cukup besar, dengan kedalaman 11 meter. Tapi mereka bersedia untuk lahannya dipergunakan sehingga tidak terjadi kemacetan di jalan TB Simatupang,” jelasnya.

Untung menyampaikan, selain menghindari gangguan terhadap lalu lintas, pembangunan jaringan perpipaan tersebut sekaligus mendukung program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mewujudkan sanitasi aman.

Limbah dari gedung-gedung di kawasan TB Simatupang nantinya akan dialirkan menuju IPAL TB Simatupang untuk diolah sebelum dapat dimanfaatkan kembali sesuai ketentuan pengolahan air limbah.

Untung mengatakan, dukungan tersebut tidak terlepas dari peran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mempertemukan PAL Jaya dengan para pemilik dan pengelola gedung.

Salah satunya melalui Asisten Pembangunan & Lingkungan Hidup DKI Jakarta yang mengundang para pemilik atau pengelola gedung untuk membahas pembangunan jaringan perpipaan.

Para pemilik maupun pengelola gedung diberikan penjelasan mengenai manfaat proyek tersebut, terutama dalam mendukung penyediaan sistem sanitasi dan pengolahan air limbah di kawasan Cilandak dan TB Simatupang.

“Alhamdulillah kami di-support oleh Pemprov DKI, khususnya Pak Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup. Beliau mengundang para pemilik atau pengelola gedung tadi untuk mengajak berkontribusi, ikut berpartisipasi dalam pembangunan Pemprov DKI Jakarta, khususnya dalam mewujudkan sanitasi aman di TB Simatupang,” katanya.

Ia mengungkapkan, proses konstruksi pada setiap titik membutuhkan waktu cukup lama. Setiap lubang untuk pembangunan jaringan perpipaan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga bulan.

“Paling tidak kalau kami melubangi itu minimal tiga bulan, untuk dilubangi untuk bisa menanam sambung-menyambung dari Pipa 1 sampai nanti menuju ke tempat instalasi pengolahan air limbahnya itu,” ucapnya.

Adapun IPAL TB Simatupang dirancang memiliki kapasitas pengolahan mencapai 6.000 meter kubik per hari. Fasilitas tersebut diproyeksikan dapat melayani sekitar 72 gedung yang berada di sepanjang kawasan TB Simatupang.

“Kalau dengan kapasitas tadi kurang lebih akan melayani 114.000 jiwa,” ungkapnya.

Ia mengatakan, PAL Jaya juga memberikan sejumlah fasilitas, termasuk proses pemasangan lebih awal serta kemudahan pembayaran sebagai bentuk kemudahan bagi para pengelola gedung tersebut yang telah berkontribusi merelakan lahannya digunakan untuk pembangunan jaringan perpipaan.

PAL Jaya juga mengajak gedung-gedung lain di kawasan yang telah dilalui jaringan perpipaan air limbah untuk segera melakukan penyambungan. Kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 10 Tahun 2024.

“Dengan tersambung ke jaringan PAL Jaya, pengelola gedung tidak lagi perlu mengolah air limbah secara mandiri melalui instalasi pengolahan air limbah masing-masing. Seluruh air limbah akan dialirkan ke sistem PAL Jaya untuk menjalani proses pengolahan sesuai standar yang berlaku,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Green Building di IPAL Krukut Diterapkan pada Bangunan Hingga Proses Pengolahan Limbah

IPAL Krukut Jadi Prototipe Konsep Green Building

Jumat, 07 Agustus 2026 887

IMG 20260213 WA0060

Paljaya Integrasikan MCK Komunal di Manggarai ke IPAL Setiabudi

Jumat, 13 Februari 2026 1256

IPAL taman bendera pusaka tiyo

IPAL di Taman Bendera Pusaka Ditargetkan Rampung Juni 2026

Selasa, 31 Maret 2026 994

BERITA POPULER
Mikrotrans reza edit

Transjakarta Tegaskan Larangan Mengamen di Mikrotrans dan Halte

Jumat, 02 Oktober 2026 3129

Distribusi Benih Ikan Air Tawar anita

4.100 Benih Ikan Didistribusikan di Lima Pulau Permukiman

Jumat, 02 Oktober 2026 2733

Pedagang di Atas Trotoar Jalan Mangga Besar Raya Ditertibkan

Pedagang di Jalan Mangga Besar Raya Ditertibkan

Rabu, 30 September 2026 1893

Syafrin walkot jaksel

Syafrin Minta Pengurus RT/RW Terus Jadi Mitra Strategis Pemerintah

Kamis, 01 Oktober 2026 1500

Personel Gabungan Lakukan Pelebaran Jalan di Kelapa Dua Wetan

Jalan Raya Ciracas Dilebarkan

Kamis, 01 Oktober 2026 1339

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks