Kamis, 06 Agustus 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 156
(Foto: Nugroho Sejati)
Dharma Wanita Persatuan (DWP) DKI Jakarta menggelar seminar kesehatan keluarga bertajuk 'Sehat Itu Keren: Cerdas Memilih, Bijak Mengonsumsi' di Graha Ali Sadikin, Balai Kota Jakarta, Kamis (6/8).
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan kurasi menu sehat khas Betawi sebagai upaya melestarikan kuliner lokal sekaligus mendorong penerapan pola makan bergizi seimbang.
"Menu akan dikirimkan ke DWP Pusat,"
Ketua DWP DKI Jakarta, Lisniawati Uus mengatakan, kurasi menu merupakan tindak lanjut arahan DWP Pusat yang meminta setiap daerah mengirimkan lima menu sehat khas daerah untuk dihimpun dalam buku masakan Nusantara.
Menurutnya, DWP DKI menerima sekitar 200 resep masakan Betawi dari unsur pelaksana DWP di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Setelah melalui proses seleksi, terpilih 17 menu terbaik yang dipresentasikan di hadapan tim juri.
Dari proses tersebut, dipilih lima menu terbaik yang akan dikirim ke DWP Pusat, yakni Nasi Ulam Betawi dari Satpol PP, Gabus Pucung dari Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik), Pecak Nila dari DWP Jakarta Utara, Asinan Betawi dari BP BUMD, dan Ketan Serundeng dari DWP Jakarta Pusat. Kemudian untuk kategori minuman khas Betawi yakni Bir Pletok dari Dinas Sosial.
"Insyaallah, menu-menu tersebut akan dikirimkan kepada Dharma Wanita Persatuan Pusat untuk dibukukan menjadi bagian dari buku masakan Nusantara," ujar Lisniawati.
Sementara itu, ahli gizi Indonesia, dr. Rita Ramayulis mengapresiasi inisiatif DWP DKI yang meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang melalui peran ibu dalam keluarga.
Ia menjelaskan, masyarakat perlu memperhatikan kecukupan serat dari sayur dan buah saat memilih makanan. Di sisi lain, konsumsi gula, garam, dan lemak juga perlu dibatasi untuk menekan risiko berbagai penyakit.
"Prinsipnya, kita boleh mengonsumsi berbagai jenis makanan, termasuk pangan lokal dan kuliner tradisional. Namun, makanan tersebut perlu dimodifikasi agar lebih tinggi serat serta lebih rendah gula, garam, dan lemak," jelas Rita.
Rita menambahkan, penyusunan menu keluarga sebaiknya mengacu pada pedoman Isi Piringku, yang terdiri atas sumber karbohidrat, protein hewani maupun nabati, sayur, dan buah dengan porsi seimbang.
Ia juga mengimbau masyarakat membiasakan metode memasak yang lebih sehat seperti mengukus, merebus, atau menumis. Selain itu, penggunaan gula dan garam berlebih dapat dikurangi dengan memanfaatkan bahan pangan segar atau real food sebagai bahan utama.
"Tidak selalu harus menggunakan gula berlebihan karena rasa manis bisa diperoleh dari buah segar. Begitu juga garam, penggunaannya tidak perlu berlebihan dengan mengutamakan pangan asli atau real food, bukan pangan olahan," tandasnya.