Transjakarta Buat Standar Kesehatan dan Psikologi Pramudi Naik Kelas

Kamis, 06 Agustus 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 240

Pramudi transjakarta ist

(Foto: Istimewa)

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) terus memperkuat budaya keselamatan sebagai fondasi utama layanan transportasi publik melalui penyelenggaraan Diseminasi Standar Kesehatan dan Psikologi Pramudi.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menghimpun masukan dari regulator, akademisi, organisasi profesi, mitra operator, dan berbagai pemangku kepentingan dalam penyusunan standar kesehatan dan psikologi pramudi yang lebih komprehensif, adaptif, serta implementatif.

"setiap pramudi berada dalam kondisi terbaik saat bertugas,"

Penyusunan Standar Kesehatan dan Psikologi Pramudi merupakan langkah strategis Transjakarta dalam membangun sistem manajemen keselamatan yang lebih menyeluruh melalui penguatan aspek kesehatan fisik dan psikologis pramudi.

Sebagai garda terdepan pelayanan sekaligus garda terakhir keselamatan, pramudi memiliki peran penting dalam memastikan setiap perjalanan berlangsung aman, nyaman, dan selamat bagi seluruh pelanggan.

Standar tersebut disusun secara kolaboratif bersama Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia (PERDOKI), Asosiasi Psikologi Kesehatan Indonesia (APKI), manajemen mitra operator, Safety Agent, instruktur, perwakilan pramudi, serta berbagai fungsi di lingkungan Transjakarta melalui serangkaian forum diskusi dan kajian bersama.

Kolaborasi tersebut menghasilkan standar yang memiliki landasan ilmiah yang kuat sekaligus relevan dengan kebutuhan operasional transportasi publik.

Direktur Utama PT Transportasi Jakarta, Welfizon Yuza, mengatakan keselamatan merupakan nilai utama yang tidak dapat ditawar dalam penyelenggaraan layanan Transjakarta.

Ia menilai, kualitas layanan tidak hanya ditentukan oleh armada dan infrastruktur yang andal, tetapi juga oleh kesiapan fisik dan psikologis pramudi sebagai ujung tombak pelayanan.

“Melalui penyusunan standar ini, kami ingin memastikan setiap pramudi berada dalam kondisi terbaik saat bertugas sehingga dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pelanggan," ujarnya, Kamis (6/8).

Ia menyampaikan, standar tersebut tidak hanya menjadi acuan pemeriksaan kesehatan dan psikologi, tetapi juga akan diintegrasikan ke dalam pengembangan kompetensi melalui TJ Academy.

Welfizon menjelaskan, standar ini akan menjadi fondasi penting dalam proses rekrutmen, pelatihan, pembinaan, hingga penetapan fit to work bagi pramudi.

“Sehingga pengembangan kompetensi tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis mengemudi, tetapi juga memastikan setiap pramudi memiliki kesiapan fisik dan psikologis dalam menjalankan tugasnya,” katanya.

Ia menyebut, penguatan Standar Kesehatan dan Psikologi Pramudi juga sejalan dengan prinsip Swiss Cheese Model yang menekankan pentingnya berbagai lapisan pertahanan dalam membangun sistem keselamatan.

Menurutnya, teknologi, armada yang andal, prosedur kerja, pengawasan, kompetensi personel, serta kesehatan dan kesiapan psikologis pramudi merupakan lapisan pengendalian yang saling melengkapi.

“Sehingga apabila setiap lapisan diperkuat, potensi terjadinya insiden dapat dicegah sejak dini,” ucapnya.

Welfizon berharap penyusunan standar ini menjadi tonggak penguatan tata kelola keselamatan transportasi publik di Jakarta sekaligus menjadi referensi dalam pengembangan standar kesehatan dan psikologi pramudi yang lebih terukur, adaptif, dan berkelanjutan.

“Dengan semangat kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan, Transjakarta terus menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan transportasi publik yang semakin aman, andal, nyaman, serta dipercaya masyarakat sebagai moda transportasi pilihan di Jakarta,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati menyampaikan apresiasi atas inisiatif Transjakarta yang menjadikan aspek kesehatan sebagai bagian integral dari sistem keselamatan transportasi publik.

Menurutnya, program ini luar biasa karena menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan Transjakarta kepada masyarakat sekaligus mengurangi risiko kecelakaan.

“Kami berharap standar ini dapat diimplementasikan secara konsisten oleh seluruh mitra operator sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan keselamatan transportasi publik," ucapnya.

Ketua PERDOKI, Agustina Puspitasari mengatakan, melalui forum diseminasi ini, Transjakarta juga menghimpun berbagai masukan dari regulator, akademisi, organisasi profesi, aparat penegak hukum, serta mitra operator sebagai bahan penyempurnaan Standar Kesehatan dan Psikologi Pramudi sebelum diimplementasikan di lingkungan Transjakarta dan seluruh mitra operator secara bertahap.

Ia menilai, penyusunan standar kesehatan pramudi ini merupakan langkah yang sangat penting karena memberikan acuan yang lebih jelas dalam penilaian fit to drive dalam pemeriksaan kesehatan harian, pelaksanaan MCU pra-kerja berkala, khusus dan akhir kerja serta pengembangan program kesehatan pramudi secara bertahap dan berkelanjutan.

“Standar yang disusun tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan tetapi juga terkhusus upaya promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif hingga paliatif agar kesehatan pramudi dapat terjaga dalam jangka panjang,” ujarnya.

Ketua APKI-HIMPSI, Sali Rahadi Asih menyatakan bahwa standar psikologis menjadi tolak ukur yang penting untuk pengembangan kompetensi pramudi Transjakarta.

Ia menambahkan, penyusunan standar psikologi pramudi perlu mempertimbangkan validitas alat ukur, keamanan soal, serta pengelolaan data yang terpusat agar hasil pemeriksaan benar-benar dapat menggambarkan kondisi psikologis pramudi secara objektif.

“Standar psikologi ini diharapkan tidak hanya menjadi alat seleksi, tetapi juga menjadi dasar evaluasi berkala dan pengembangan kompetensi pramudi secara berkelanjutan,” tandasnya.

Sebagai informasi, kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati; Komisaris Utama PT Transportasi Jakarta, Zudan Arif Fakrulloh beserta jajaran; Direktur Utama PT Transportasi Jakarta, Welfizon Yuza beserta jajaran Direksi; Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono.

Hadir pula perwakilan Badan Pembinaan BUMD (BP BUMD) Provinsi DKI Jakarta, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Kasubdit Keamanan dan Keselamatan Polda Metro Jaya, Ketua Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia (PERDOKI) beserta jajaran, Ketua Asosiasi Psikologi Kesehatan Indonesia (APKI) beserta jajaran, jajaran manajemen mitra operator, akademisi, organisasi profesi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

BERITA TERKAIT
Transjakarta Raih Penghargaan Transportasi Indonesia Award 2026

Transjakarta Sabet Penghargaan Transportasi Indonesia Award 2026

Selasa, 04 Agustus 2026 357

Layanan mikrotrans TJ ist

Program 1.000 Pramudi Mikrotrans Berdaya Tahap Dua Dibuka

Rabu, 22 April 2026 1650

Pramudi Jak Lingko Disosialisasikan Bekerja Sesuai SOP

Pramudi Jak Lingko Disosialisasikan Bekerja Sesuai SOP

Selasa, 09 Desember 2025 1055

BERITA POPULER
Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3432

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1707

Pramono kunjungan ciangir rezap

Manfaatkan Sampah Organik, DKI Bakal Bangun Pusat Ketahanan Pangan di Ciangir

Jumat, 31 Juli 2026 1529

Urban Farming Rudin Lurah Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

Selasa, 04 Agustus 2026 801

Selama Bulan Juli, 441 Ekor Kucing di Jaksel Sudah di Sterilisasi

441 Ekor Kucing Sudah Disterilisasi di Jaksel

Senin, 03 Agustus 2026 907

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks