Selasa, 04 Agustus 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Andry 111
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo menegaskan pelaksanaan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pengelolaan dan Pemilahan Sampah dari Sumbernya yang berlaku sejak 1 Agustus merupakan tanggung jawab kolektif seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat, bukan hanya Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Syafrin menekankan, pentingnya menghilangkan ego sektoral serta sekat ruang dan waktu dalam merespons persoalan di masyarakat.
"Tidak boleh ada lagi ego sektoral,"
"Tidak boleh ada lagi ego sektoral. Itu menjadi urusan kita bersama," ujar Syafrin saat menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) di Aula Kecamatan Jagakarsa, Selasa (4/8).
Syafrin mengatakan, saat ini target pemilahan sampah bukan hanya berpatokan pengelolaan di rumah tangga saja, melaikan pada seluruh populasi termasuk sektor Hotel, Restoran dan Kafe (Horeka).
Ia mengajak seluruh jajaran dari tingkat kecamatan hingga kelurahan aktif mengubah pola pikir warga dari kebiasaan lama angkut dan buang menjadi paradigma baru yakni pilah, angkut, dan olah.
"Masyarakat perlu terus diedukasi bahwa sampah bukan lagi sekadar sisa yang dibuang, tetapi memiliki nilai ekonomi jika dipilah dari sumbernya, mulai dari organik, anorganik, hingga residu," ucapnya.
Syafrin juga meminta aparatur wilayah untuk segera menindaklanjuti setiap keluhan warga secara langsung di lapangan dan tidak membiarkan informasi hanya menjadi bahan pembicaraan. Kerja cepat dalam merespons laporan warga seperti penanganan tumpukan sampah di tempat umum pada dini hari, harus terus dipertahankan.
"Saya minta menjalankan amanah tugas dan pekerjaan, maka peran pengurus dan kader lingkungan, hingga karang taruna juga harus dilibatkan dan dioptimalkan lagi," katanya.
Ia pun menyoroti terkait musim kemarau panjang. Di mana, perlu ada kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, baik itu kebakaran rumah tinggal maupun lahan-lahan yang tidak terpakai.
"Kami juga menjadikan momentum ini sebagai upaya perbaikan antisipasi musim penghujan mendatang dengan memperbaiki saluran air dan mencoba mengatasi genangan di wilayah-wilayah Jagakarsa," bebernya.
Sementara itu, Camat Jagakarsa, Muhammad Soleh menjelaskan, saat ini dari total 65. 880 unit rumah di wilayahnya sudah ada 8.763 rumah yang aktif memilah sampah.
Selain itu, tambah Soleh, pihaknya juga meminta terkait beberapa permasalahan warga yang harus segera ditindaklanjuti oleh unsur terkait, salah satunya belum adanya Puskesmas Pembantu di Kelurahan Cipedak, belum adanya SMP Negeri di Kelurahan Ciganjur dan lain sebagainya.
"Sesuai arahan pimpinan, potensi yang bisa ditingkatkan akan terus kami dorong ke depan," tandasnya.