Selasa, 04 Agustus 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 274
(Foto: Doc)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerima kunjungan Gubernur Bali, I Wayan Koster dan Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (4/8).
Pertemuan ini untuk membahas pemanfaatan skema pembiayaan alternatif dalam membangun daerah agar tidak membebani APBD.
"kami berdiskusi tentang berbagai hal,"
Dijelaskan Pramono, sejumlah skema creative financing atau pembiayaan kreatif yang dibahas seperti penerbitan obligasi daerah, Koefisien Lantai Bangunan (KLB), SP3L, dan lainnya.
"Dalam penerimaan ini, kami berdiskusi tentang berbagai hal, di antaranya tentang creative financing, tentang obligasi, tentang KLB, Koefisien Lantai Bangunan, SP3L, dan macam-macam," ujar Pramono.
Ia menjelaskan, di tengah tantangan ekonomi saat ini, pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan APBD dalam membangun kota. Menurutnya, diperlukan langkah kreatif dan inovasi untuk mendukung pembangunan dan kemajuan daerah.
Adapun pertemuan dengan Bupati Badung, Pramono mengaku membahas pemanfaatan obligasi daerah untuk menyelesaikan persoalan utama di wilayah tersebut, yakni kemacetan. Kabupaten Badung sendiri merupakan salah satu wilayah yang memiliki APBD tertinggi di Indonesia, yakni sekitar Rp13 triliun.
"Dan kami berdiskusi tentang hal itu karena Badung pasti bisa seperti Jakarta untuk menerbitkan obligasi daerah, sehingga kami berdiskusi tentang itu," jelasnya.
Sementara dengan Gubernur Bali, Pramono membahas mengenai optimalisasi pemanfaatan KLB sebagai alternatif pembiayaan non-APBD. Regulasi Bali sendiri mengatur batas ketinggian bangunan maksimal 15 meter atau tidak boleh lebih dari pohon kelapa.
"Maka kami, saya termasuk yang mengusulkan kalau memang Bali mau mengembangkan sesuatu yang kemudian mendapatkan support dari masyarakat adatnya, salah satunya ya memang harus ada aturan itu," ucap Pramono.
Ia pun mencontohkan penerapan KLB di Jakarta. Hasil dari dana KLB itupun digunakan untuk mendukung pembangunan infrastruktur Jakarta.
Menanggapi hal itu, Gubernur Bali I Wayan Koster menyambut positif skema pembiayaan kreatif yang diterapkan Jakarta. Menurutnya, ada beberapa skema pembiayaan kreatif yang juga bisa diterapkan untuk mengakselerasi pembangunan infrastruktur Bali.
"Ada beberapa hal yang bisa diterapkan di Bali terutama yang berkaitan dengan pemanfaatan ruang udara, ketinggian bangunan, dan juga kerja sama dengan pihak swasta yang bisa dilibatkan dalam partisipasi pembangunan infrastruktur," jelas I Wayan Koster.
Ia menyebut akan mempelajari lebih lanjut skema-skema tersebut dan disesuaikan dengan regulasi daerah.
Senada, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa juga mengapresiasi diskusi terkait pemanfaatan pembiayaan kreatif untuk mendukung pariwisata Bali.
Sebagai daerah pariwisata, Bali menghadapi berbagai tantangan seperti masalah kemacetan karena adanya penyempitan jalan. Karena itu, Pemkab Badung pun mempercepat pembangunan di sejumlah ruas jalan strategis yang pembiayaannya berasal dari pinjaman.
"Itu pun pembiayaannya kami bersumber dari skema pinjaman, termasuk juga kontribusi dari PAD. Dan itu total, kalau enggak salah sekitar Rp2,9 triliun dan Rp2,4 triliun itu dari pinjaman, dan Rp511 miliar lebih dari PAD," jelasnya.
I Wayan Adi juga ingin adanya keberlanjutan pembangunan untuk meningkatkan kualitas pariwisata Bali. Karena itu, pihaknya tengah mempelajari pembiayaan kreatif menggunakan skema obligasi daerah.
"Oleh karena itulah kami hari ini ikut mendampingi Pak Gubernur Bali untuk bersama-sama sharing terhadap bagaimana keberadaan terutama proses administrasi terkait dengan pelaksanaan obligasi daerah," tuturnya.
Ia meyakini melalui pembiayaan kreatif ini akan mempercepat pembangunan infrastruktur di Bali yang juga akan berkontribusi terhadap peningkatan devisa negara.