Selasa, 04 Agustus 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Budhy Tristanto 156
(Foto: Anita Karyati)
Sebanyak 10 pelajar Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 9 Jakarta, Jalan Sunter Permai Raya, Kelurahan Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, ikut pelatihan rias wajah dan tata rambut.
Pelatihan yang dilaksanakan Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Utara ini diadakan secara Mobile Training Unit (MTU), mulai 20 Juli hingga 19 Agustus 2026.
Ini bisa menjadi bekal mereka di dunia kerja.
Instruktur dari PPKD Jakarta Utara, Lala Vanniela Sari menjelaskan, selama 20 hari pelatihan para siswa diberikan materi inti, kemudian ditutup dengan dua hari uji kompetensi untuk mengukur keterampilan yang telah diserap.
"Materi kami bagi menjadi dua bagian. Sepuluh hari pertama fokus pada dunia tata rias (make-up), mulai dari riasan harian hingga wisuda. Sepuluh hari berikutnya, mereka mendalami materi salon," jelasnya.
Lala menambahkan, materi salon yang diberikan mencakup keramas, pelurusan, pewarnaan rambut, hingga perawatan kuku (manicure dan nail art). Selain itu, siswa juga diajarkan teknik penataan rambut seperti hair-do, blow, hingga seni menghias tangan (henna).
Menurutnya, melatih siswa berkebutuhan khusus memiliki tantangan tersendiri, sehingga metode pengajaran dilakukan secara personal (one-on-one). Pendekatan dimulai dengan demonstrasi, kemudian siswa mempraktikkannya secara berpasangan.
"Komunikasi dan pendekatan personal menjadi kunci agar mereka bisa memahami setiap teknik dengan baik. Kami sangat mengapresiasi antusiasme tinggi para peserta," tambahnya.
Ia berharap, keterampilan yang diberikan dapat menjadi modal berharga bagi para siswa untuk mandiri, baik dengan bekerja di perusahaan maupun membuka usaha sendiri.
"Ini bisa menjadi bekal mereka di dunia kerja. Mereka bisa membuka usaha di rumah atau menawarkan jasa layanan kunjung ke rumah (home service)," tukasnya.
Salah satu peserta, Keylla Putri Fauzia (19), mengaku sangat senang mengikuti pelatihan ini. Siswi kelas 12 ini menjelaskan bahwa minatnya di bidang kecantikan didukung penuh orang tuanya.
"Pelatihan ini tidak sulit, justru mudah dan menyenangkan karena kami bisa belajar cara untuk selalu terlihat cantik," ujarnya.
Hal serupa diutarakan Syafa Anantya Bilqis (19), Dia menuturkan, meskipun sempat menemui kesulitan saat mempelajari teknik catok rambut keriting (curly), ia tetap menikmati proses belajar bersama teman-temannya.
"Banyak ilmu baru yang saya dapatkan selain dari pelajaran di kelas," tandasnya.