Lahan Terbengkalai di Grogol Dikembangkan jadi Urban Farming

Senin, 03 Agustus 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 186

Urban farming grogol budi

(Foto: Budhi Firmansyah Surapati)

Lahan terbengkalai seluas 120 meter persegi di Jalan Semeru 2, RT 07/07 Kelurahan Grogol, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, dimanfaatkan kader PKK setempat menjadi area urban farming. 

Lurah Grogrol, Ady Saputro mengatakan, pengembangan lahan menjadi urban famring dilakukan sejak Desember 2025 lalu. Sebelumnya, lokasi itu merupakan lahan terbengkalai yang kerap dijadikan tempat pembuangan sampah (TPS) liar dan kumuh.

Memperkuat ketahanan pangan.

"Melalui program penataan kawasan, kami mencoba melakukan penataan dengan membangun urban farming," katanya, Senin (3/8).

Dijelaskan Ady, pihaknya menggandeng jajaran PKK dari 10 di wilayahnya untuk melakukan pengembangan dan perawatan. 

"Saat ini, lahan tersebut telah dimanfaatkan warga untuk menanam berbagai macam tanaman obat dan produktif," jelasnya.

Selain menjadi solusi penataan kawasan, Ady mengakui keberadaan urban farming juga menjadi bagian dari edukasi kepada warga agar memanfaatkan lahan terbatas untuk bercocok tanam. 

Tidak hanya meningkatkan kualitas lingkungan hidup, diyakini Ady, kegiatan urban farming akan memperkuat ketahanan pangan. Hasil dari tanaman produktif yang dipanen bisa manfaatkan warga untuk konsumsi keluarga mereka.

"Program pemerintah tidak akan berjalan optimal jika tidak ada dukungan warga. Mudah-mudahan dengan hadirnya urban farming ini, masyarakat lebih termotivasi untuk bersama-sama merawat lingkungan di wilayahnya masing-masing," tegasnya.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) 3 TP PKK Kelurahan Grogrol, Reni Wahyu Ningtyas menjelaskan, secara bergantian, setiap harinya para kader PKK dan dasawisma piket untuk melakuan perawatan, menyiram dan penanaman.

Pada lahan tersebut, saat ini telah dikembangkan berbagai macam tanaman obat keluarga (TOGA) dan peoduktif, seperti cabai, jagung, kacang tanah, kacang panjang, pare, sukun dan labu madu. 

Untuk menambah subur tanaman, Reni mengaku jajarannya memanfaatkan cairan eco enzym yang diproduksi sendiri.

"Nantinya, kami akan menambah lagi berbagai tanaman produktif untuk ketahanan pangan keluarga," tandasnya.

BERITA TERKAIT
IMG 20260720 WA0051

Lahan Tidur di Malaka Jaya Dijadikan Urban Farming

Senin, 20 Juli 2026 1572

Urban Farming RPTRA Manuver Panen 25 Kilogram Golden Melon

Urban Farming RPTRA Manuver Panen 25 Kilogram Golden Melon

Jumat, 17 Juli 2026 488

Walikota jakbar iin mutmainnah urban farming krukut budi2

Iin Resmikan Urban Farming di Halaman Kantor Lurah Krukut

Kamis, 21 Mei 2026 591

BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 9202

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3159

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3593

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1452

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1880

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks