Lahan Terbengkalai di Grogol Dikembangkan jadi Urban Farming

Senin, 03 Agustus 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 661

Urban farming grogol budi

(Foto: Budhi Firmansyah Surapati)

Lahan terbengkalai seluas 120 meter persegi di Jalan Semeru 2, RT 07/07 Kelurahan Grogol, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, dimanfaatkan kader PKK setempat menjadi area urban farming. 

Lurah Grogrol, Ady Saputro mengatakan, pengembangan lahan menjadi urban famring dilakukan sejak Desember 2025 lalu. Sebelumnya, lokasi itu merupakan lahan terbengkalai yang kerap dijadikan tempat pembuangan sampah (TPS) liar dan kumuh.

Memperkuat ketahanan pangan.

"Melalui program penataan kawasan, kami mencoba melakukan penataan dengan membangun urban farming," katanya, Senin (3/8).

Dijelaskan Ady, pihaknya menggandeng jajaran PKK dari 10 di wilayahnya untuk melakukan pengembangan dan perawatan. 

"Saat ini, lahan tersebut telah dimanfaatkan warga untuk menanam berbagai macam tanaman obat dan produktif," jelasnya.

Selain menjadi solusi penataan kawasan, Ady mengakui keberadaan urban farming juga menjadi bagian dari edukasi kepada warga agar memanfaatkan lahan terbatas untuk bercocok tanam. 

Tidak hanya meningkatkan kualitas lingkungan hidup, diyakini Ady, kegiatan urban farming akan memperkuat ketahanan pangan. Hasil dari tanaman produktif yang dipanen bisa manfaatkan warga untuk konsumsi keluarga mereka.

"Program pemerintah tidak akan berjalan optimal jika tidak ada dukungan warga. Mudah-mudahan dengan hadirnya urban farming ini, masyarakat lebih termotivasi untuk bersama-sama merawat lingkungan di wilayahnya masing-masing," tegasnya.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) 3 TP PKK Kelurahan Grogrol, Reni Wahyu Ningtyas menjelaskan, secara bergantian, setiap harinya para kader PKK dan dasawisma piket untuk melakuan perawatan, menyiram dan penanaman.

Pada lahan tersebut, saat ini telah dikembangkan berbagai macam tanaman obat keluarga (TOGA) dan peoduktif, seperti cabai, jagung, kacang tanah, kacang panjang, pare, sukun dan labu madu. 

Untuk menambah subur tanaman, Reni mengaku jajarannya memanfaatkan cairan eco enzym yang diproduksi sendiri.

"Nantinya, kami akan menambah lagi berbagai tanaman produktif untuk ketahanan pangan keluarga," tandasnya.

BERITA TERKAIT
IMG 20260720 WA0051

Lahan Tidur di Malaka Jaya Dijadikan Urban Farming

Senin, 20 Juli 2026 2023

Urban Farming RPTRA Manuver Panen 25 Kilogram Golden Melon

Urban Farming RPTRA Manuver Panen 25 Kilogram Golden Melon

Jumat, 17 Juli 2026 756

Walikota jakbar iin mutmainnah urban farming krukut budi2

Iin Resmikan Urban Farming di Halaman Kantor Lurah Krukut

Kamis, 21 Mei 2026 747

BERITA POPULER
Mikrotrans reza edit

Transjakarta Tegaskan Larangan Mengamen di Mikrotrans dan Halte

Jumat, 02 Oktober 2026 968

Pedagang di Atas Trotoar Jalan Mangga Besar Raya Ditertibkan

Pedagang di Jalan Mangga Besar Raya Ditertibkan

Rabu, 30 September 2026 1622

Syafrin walkot jaksel

Syafrin Minta Pengurus RT/RW Terus Jadi Mitra Strategis Pemerintah

Kamis, 01 Oktober 2026 1225

Distribusi Benih Ikan Air Tawar anita

4.100 Benih Ikan Didistribusikan di Lima Pulau Permukiman

Jumat, 02 Oktober 2026 861

Personel Gabungan Lakukan Pelebaran Jalan di Kelapa Dua Wetan

Jalan Raya Ciracas Dilebarkan

Kamis, 01 Oktober 2026 1158

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks