Minggu, 02 Agustus 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 220
(Foto: Istimewa)
Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Museum Kesejarahan Jakarta berkolaborasi dengan Teater Keliling menghadirkan pertunjukan Rekonstruksi Sejarah ‘Swarnakala Jakarta - Masa Keemasan dalam Lintasan Waktu’ di Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta Barat.
Pertunjukan ini digelar dalam rangka memperingati serta merekonstruksi perjalanan panjang sejarah Kota Jakarta menuju perayaan 5 abad.
"kontribusi nyata dari setiap warga,"
Diambil dari bahasa Sansekerta, Swarna (emas) dan Kala (masa/waktu), Swarnakala Jakarta bukan sekadar menggambarkan kejayaan yang pernah ada, melainkan sebuah cita-cita kolektif untuk menghadirkan kembali masa keemasan Jakarta melalui kepemimpinan yang visioner, berintegritas, serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
Pertunjukan yang berlangsung kurang lebih 90 menit ini dikemas secara modern dan kekinian guna menggaet minat generasi muda.
Pagelaran ini mengisahkan perjalanan Visya, seorang remaja berusia 15 tahun yang terinspirasi oleh pidato kepemimpinan pada Perayaan Menuju 5 Abad Jakarta. Didorong keinginan menjadi pemimpin masa depan, Visya ditantang oleh kakek dan neneknya untuk memasuki dunia virtual bertajuk ‘Game of Life’ melalui perantara kuliner khas Betawi, Kerak Telor bermantra.
"Pesan yang disampaikan melalui Swarnakala Jakarta bahwa kepemimpinan adalah estafet nilai. Masa keemasan Jakarta bukanlah sesuatu yang hanya dikenang, melainkan sesuatu yang sedang dan harus terus diperjuangkan bersama melalui integritas, empati, inovasi, dan kontribusi nyata dari setiap warga," ujar Ali Maulana Hakim, Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Minggu (2/8).
Pagelaran ini mengajak masyarakat menelusuri perjalanan sejarah Jakarta melalui perpaduan seni pertunjukan, teater, musik, dan rekonstruksi sejarah yang dikemas secara atraktif di ruang publik.
Mengangkat kisah masa keemasan Jakarta dalam lintasan waktu, pertunjukan ini menghadirkan pengalaman yang membawa penonton menyaksikan berbagai peristiwa penting yang membentuk wajah kota dari masa ke masa.
Dengan latar arsitektur bersejarah Taman Fatahillah yang dipadukan tata cahaya, dramatisasi, serta musik, pertunjukan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat terhadap sejarah Jakarta sekaligus menghadirkan ruang edukasi dan apresiasi budaya yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Pemprov DKI Jakarta terus menghadirkan ruang-ruang budaya yang menghidupkan kembali sejarah sebagai bagian dari identitas kota, sekaligus mendekatkan warisan budaya kepada masyarakat melalui pendekatan seni pertunjukan,” tandasnya.