Kamis, 11 Juni 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 189
(Foto: Istimewa)
Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Gedung Pertunjukan Seni Budaya (UP GPSB) kembali menghadirkan pementasan rutin Wayang Orang Bharata yang dapat dinikmati oleh masyarakat secara gratis.
Pertunjukan bertajuk ‘Petruk Dadi Dalang’ dipentaskan di Gedung Kesenian Wayang Orang Bharata, Senen, Jakarta Pusat. Pementasan tersebut menjadi kali keempat pementasan rutin Wayang Orang Bharata pada tahun 2026 yang diselenggarakan atas kerja sama Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta dengan Paguyuban Wayang Orang Bharata.
"terpelihara dan lestari,"
"Pertunjukan tersebut dipadati oleh 252 penonton, sesuai dengan kapasitas kursi yang tersedia. Pementasan Wayang Orang Bharata merupakan keragaman budaya yang telah eksis lebih dari 50 tahun di Jakarta," ujar Rinaldi, Kepala Unit Pengelola Gedung Pertunjukan Seni Budaya (UP GPSB) Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Kamis (11/6).
Ia mengatakan, seni pertunjukan sedang mengalami tren peningkatan yang sangat signifikan saat ini. Hal ini juga bisa dilihat dari antusiasme masyarakat terhadap pementasan Wayang Orang Bharata pada lakon ‘Petruk Dadi Dalang’.
Pada pementasan tersebut, telah diterapkan uji coba sistem pemesanan tiket terintegrasi yang berbeda dari pemesanan tiket pertunjukan sebelumnya. Hal ini menjadi perubahan besar dan penting bagi penikmat pementasan Wayang Orang Bharata.
“Transformasi pemesanan tiket secara digital tersebut, sebagai jawaban atas keresahan masyarakat yang merasa sulit untuk mendapatkan tiket pertunjukan yang begitu banyak diminati,” katanya.
Berdasarkan data sistem pemesanan tiket terintegrasi UP GPSB, sejak 4 Juni 2026 saat tanggal pembukaan pemesanan tiket tercatat 8.088 interaksi pada laman yang diakses hingga tanggal pementasan 6 Juni 2026.
Menurutnya, hal ini tentu menjadi pencapaian atas animo masyarakat yang tinggi, mengingat kapasitas Gedung Kesenian Wayang Orang Bharata hanya dapat menampung 252 penonton.
"Minat masyarakat yang ingin menonton Wayang Orang Bharata sangat tinggi, tercatat 8.088 pengguna yang mengakses laman tiket kami dengan berbagai macam rentang usia, umumnya generasi muda," katanya.
Rinaldi menyampaikan, animo yang tinggi ini menjadi indikator bahwa seni pertunjukan tradisional masih memiliki tempat penting di hati masyarakat urban.
Selain sebagai hiburan, pementasan Wayang Orang Bharata tersebut, juga berperan sebagai media edukasi dan pelestarian budaya, sekaligus memperkuat identitas multikultural Jakarta.
"Kami mengapresiasi minat penonton yang cukup tinggi pada pertunjukan ini, sehingga tidak semua dapat diakomodir. Direncanakan sepanjang tahun 2026, terdapat 10 kali pertunjukan Wayang Orang Bharata yang bersifat gratis," ucapnya.
Akhir pekan mendatang, UP GPSB akan kembali menerapkan sistem pemesanan terintegrasi di pertunjukan selanjutnya yakni, pertunjukan rutin Sandiwara Sunda Miss Tjitjih 1928 bertajuk ‘Nyai Dasimah’ spesial semarak HUT ke-499 Kota Jakarta, yang akan diselenggarakan pada Sabtu, 13 Juni 2026 di Gedung Kesenian Miss Tjitjih, Kemayoran, Jakarta Pusat.
"Berkembangnya teknologi harus dapat menopang pelestarian seni dan budaya, sehingga pementasan rutin pelestarian tradisi, tetap terpelihara dan lestari tanpa kehilangan bobot dan filosofinya," tandasnya.