Jumat, 31 Juli 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 161
(Foto: Istimewa)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui PT MRT Jakarta memulai pembangunan pedestrian deck di kawasan Transit Oriented Development (TOD) atau pengembangan berorientasi transit Dukuh Atas, yang mencakup kawasan Menteng dan Tanah Abang di Jakarta Pusat, serta Setiabudi di Jakarta Selatan.
Pedestrian Deck Dukuh Atas disiapkan sebagai jembatan penyeberangan multifungsi yang menghubungkan enam moda transportasi umum di kawasan tersebut.
"memiliki desain yang selaras,"
Selain menghubungkan sejumlah moda transportasi umum, pedestrian deck juga melahirkan koneksi baru kawasan Dukuh Atas yang terbagi menjadi empat kuadran yang dipisahkan Jalan Jenderal Sudirman dan Sungai Ciliwung. Keberadaan pedestrian deck akan memudahkan pejalan kaki yang berpindah dari satu titik ke titik yang lain.
Pembangunan pedestrian deck melengkapi implementasi konektivitas pejalan kaki di kawasan TOD setelah sebelumnya telah dibuat pedestrianisasi Terowongan Kendal dan Jalan Blora, serta Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Dukuh Atas. Pedestrian deck akan menjadi penghubung vital yang menyatukan seluruh kawasan transit di Dukuh Atas.
Memiliki desain melingkar dengan diameter sekitar 100 meter, Pedestrian Deck Dukuh Atas akan menjadi ikon baru Kota Jakarta.
Advisor Program Management Office Division PT MRT Jakarta (Perseroda), Agus Trihan mengatakan, desain Pedestrian Deck Dukuh Atas yang berbentuk lingkaran bukan tanpa sebab, melainkan untuk menyelaraskan dengan bentuk sejumlah ikon Jakarta yang telah ada sebelumnya.
“Kalau lihat bangunan-bangunan atau ikon-ikon di Jakarta mulai dari Bundaran Senayan, GBK (Gelora Bung Karno), hingga Bundaran HI, semuanya bentuknya lingkaran, ya. Jadi, pedestrian deck juga memiliki desain yang selaras,” ujar Agus, saat pemaparan di Kantor MRT Jakarta, Transport Hub Dukuh Atas, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (30/7).
Selain ikon-ikon kota yang disebutkan, di Jakarta juga terdapat Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Halte Integrasi CSW, Bundaran Patung Kuda, hingga Jakarta International Stadium (JIS) yang semuanya memiliki keselarasan desain berbentuk lingkaran.
Selain itu, PT MRT Jakarta juga tidak menutup kemungkinan menampilkan ornamen budaya Betawi dalam desain pedestrian deck.
“Sebenarnya ini baru basic design, untuk desain final akan dikerjakan oleh kontraktor sesuai dengan peraturan yang berlaku. Jika memang diperlukan penempatan ornamen ikon Jakarta, tentu kami akan mengikutinya,” katanya.
Pedestrian deck yang berada di atas Jalan Jenderal Sudirman dan Sungai Ciliwung ini ditopang empat titik tiang utama yang menahan bentang dengan total panjang lebih dari 300 meter.
Pembangunan fisik Pedestrian Deck Dukuh Atas ditargetkan mulai dikerjakan pada November 2026 dan selesai pada tahun 2028. Saat ini, pembangunan pedestrian deck memasuki tahap tender dengan nilai investasi sekitar Rp361,7 miliar yang sepenuhnya dibiayai oleh PT MRT Jakarta.