Kamis, 30 Juli 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Budhy Tristanto 172
(Foto: Anita Karyati)
Sekitar 100 anak ikut memeriahkan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Masjid Maulana Yusuf, Danau Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (30/7).
Kegiatan yang diadakan Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara bersama Biro SSDM Polri dan RSUD Koja ini mengusung tema “Bersama Generasi Hebat Menuju Jakarta Kota Global”.
Terus menjamin hak anak dalam tumbuh kembang
Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat mengatakan, anak-anak merupakan aset bangsa yang akan menjadi motor penggerak peradaban menuju Indonesia Emas 2045.
Karena itu, menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan mereka tumbuh dalam kondisi yang aman, terlindungi, dan terpenuhi hak-haknya.
"Peringatan HAN harus memberikan manfaat nyata, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan perlindungan khusus,” ujarnya.
Hendra menegaskan, peringatan HAN harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memberikan perlindungan dan memenuhi hak-hak anak tanpa diskriminasi.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data Carik Jakarta Tahun 2025, masih terdapat 13.833 anak usia sekolah di Jakarta Utara yang tidak bersekolah serta 33 kasus perkawinan anak.
“Data ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjamin hak anak dalam tumbuh kembang, memperoleh pendidikan, serta menyampaikan pendapat demi kepentingan terbaik mereka,” tukasnya.
Kasubbag PSI Yanmas Bagian Psikologi Kepolisian Biro SSDM Polri, Astiadi Prahastoko menjelaskan, kegiatan ini dikemas secara edukatif dan rekreatif dengan melibatkan 100 anak berusia 13 hingga 16 tahun.
“Kami ingin anak-anak memiliki ruang untuk mengekspresikan diri secara positif, belajar berbagi, serta memperoleh wawasan baru melalui berbagai materi edukasi yang telah disiapkan,” ungkapnya.
Sementara, Direktur RSUD Koja Alifianti Lestari menambahkan, dalam kegiatan ini pihaknya menghadirkan sejumlah narasumber untuk memberikan edukasi mengenai kesehatan dan perlindungan diri.
Materi yang disampaikan meliputi pencegahan HIV, praktik mencuci tangan yang benar, serta kewaspadaan terhadap lingkungan guna mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak.
“Kami berharap kolaborasi lintas sektor seperti ini terus berlanjut demi mewujudkan kesejahteraan dan perlindungan bagi anak-anak,” harapnya.
Salah seorang peserta dari Komunitas Anak, Muhammad Rizqi (14), mengaku senang dapat mengikuti kegiatan ini karena memberikan banyak pengetahuan baru.
“Kegiatannya seru dan bermanfaat. Saya mendapat wawasan baru tentang kesehatan dan cara menjaga diri," tandasnya.