Selasa, 28 Juli 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 165
(Foto: Budhi Firmansyah Surapati)
Sebanyak 180 peserta program Sekolah Kembali dari empat kecamatan di Jakarta Barat, mengikuti kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) di SDN Mangga Besar 15, Kecamatan Taman Sari. Kegiatan akan berlangsung selama dua hari, Selasa (28/7) dan Kamis (30/7).
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana mengatakan, program Sekolah Kembali yang diinisiasi Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat Wilayah 1 ini, bertujuan untuk memastikan tidak ada satu pun anak Jakarta yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan.
Mengembalikan anak-anak ke jalur pendidikan
"Sesuai namanya, program ini bertujuan untuk mengembalikan anak-anak ke jalur pendidikan, baik formal maupun non-formal," katanya, Selasa (28/7).
Dikatakan Nahdiana, kegiatan MPLS bagi pelajar sekolah paket A, B dan C ini prinsipnya sama dengan sekolah reguler, yaitu untuk memberikan inspirasi dan memotivasi agar mereka tetap bertahan menyelesaikan pendidikan, serta memberikan pengetahuan tentang lingkungan sekolah.
Dilanjutkannya, dalam program Kembali Sekolah yang termauk jalur non-formal ini tetap ada belajar bersama di ruang kelas. Teknis pembelajarannya terdapat tiga metode, yaitu belajar di kelas, melalui modul, serta penugasan keterampilan dan vokasi.
"Jadi secara umum materinya sama, yaitu masa pengenalan lingkungan sekolah agar mereka bisa beradaptasi kembali dengan proses belajar mengajar," tambahnya.
Ditegaskan Nahdiana, para peserta program ini tidak dipungut biaya sama sekali. Bahkan terhadap pelajar yang masuk kategori usia tertentu juga bisa mendapat KJP seperti peserta didik di sekolah jalur formal.
"Hari ini adalah acara pembukaan atau kickoff di sini dan nantinya akan diikuti oleh sepuluh wilayah lainnya di Jakarta," imbuhnya.
Kepala Suku Dinas Pendidkan Wilayah 1 Jakarta Barat, Agus Ramdhani menambahkan, dari total 180 pelajar yang mengikuti program paket A. B dan C ini, sebanyak 26 di antaranya dari Kecamatan Tamansari, 59 dari Kecamatan Tambora, 57 dari Kecamatan Cengkareng dan 38 dari Kecamatan Kalideres.
Kegiatan pembelajaran akan dilaksanakan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) masing-masing. Namun karena wilayah Kecamatan Taman Sari dan Tambora tidak memiliki SKB, kegiatan belajar mengajar di dua kecamatan itu dilaksanakan di SDN Mangga Besar 15 serta SDN Angke 03.
"Untuk di dua kecamatan ini tenaga pengajarnya terbatas, karena itu juga melibatkan unsur dari dinas dan suku dinas," tandasnya.