Senin, 27 Juli 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 176
(Foto: Nurito)
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, meresmikan lapangan badminton di Kantor Kecamatan Cipayung. Dalam kesempatan yang sama, Munjirin juga melakukan peletakan batu pertama renovasi Musala Nurul Ibad yang berada di lingkungan kantor kecamatan tersebut.
"Tubuh yang sehat dan bugar"
Munjirin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh komponen masyarakat, khususnya para pengusaha, yang telah berkolaborasi dalam mendukung pembangunan di wilayah Kecamatan Cipayung.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi salah satu kunci terwujudnya lapangan badminton sekaligus renovasi Musala Nurul Ibad.
"Tanpa kolaborasi dan dukungan semua pihak, mustahil apa yang direncanakan bisa terwujud. Khususnya peletakan batu pertama renovasi musala dan pembangunan lapangan badminton," ujarnya, Senin (27/7).
Ia berharap, proses renovasi Musala Nurul Ibad dapat berjalan lancar hingga selesai. Pembangunan sarana ibadah tersebut akan memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam menjalankan kegiatan keagamaan sekaligus menjadi sarana syiar agama.
"Kalau sudah ada niat, pasti akan terlaksana, cepat atau lambat. Saya berharap dalam waktu singkat segera terwujud sehingga aman dan nyaman untuk beribadah serta bisa menjadi sarana syiar agama agar lebih mengena," terangnya.
Sementara itu, keberadaan lapangan badminton diharapkan dapat mendorong aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kecamatan Cipayung untuk lebih aktif berolahraga. Dengan demikian, kebugaran dan kesehatan para pegawai dapat terus terjaga.
Munjirin menginginkan, para ASN dapat memanfaatkan fasilitas olahraga tersebut secara rutin sehingga terjadi perubahan positif terhadap kondisi kesehatan dan kebugaran mereka.
"Saya berharap dengan adanya lapangan badminton ini, para ASN rajin berolahraga sehingga memiliki tubuh yang sehat dan bugar," ungkapnya.
Camat Cipayung, Diman menambahkan, renovasi Musala Nurul Ibad menjadi penting karena bangunan tersebut sudah cukup lama berdiri dan belum pernah direnovasi secara menyeluruh. Selain itu, posisi lantai musala saat ini lebih rendah dibandingkan permukaan tanah di sekitarnya.
"Peletakan batu pertama ini sangat penting karena musala sudah berumur dan sejak dibangun belum direnovasi. Bahkan, lantai musala lebih rendah dari daratan. Padahal, tempat ibadah seharusnya berada di posisi yang lebih tinggi," ucapnya.
Diman memaparkan, Musala Nurul Ibad nantinya akan dibangun dengan ukuran 7x7 meter dan terdiri atas dua lantai. Saat ini, sudah ada donatur yang bersedia membantu proses renovasi musala tersebut. Rencananya, lantai dasar akan difungsikan sebagai aula, sedangkan lantai atas digunakan sebagai tempat salat.
Selain untuk kegiatan keagamaan, aula tersebut nantinya juga akan dimanfaatkan sebagai ruang belajar mengajar bagi peserta didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Hal ini karena ruang kelas PAUD yang tersedia saat ini dinilai terlalu sempit dan kurang memadai.
"Ke depan, aula juga bisa digunakan untuk pesta pernikahan warga. Sehingga, warga tidak perlu menutup jalan ketika ada hajatan," tandasnya.