Senin, 27 Juli 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 217
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo melaksanakan kick-off Gerakan Jaga Anak Jaksel Aman, Sehat, dan Berliterasi. Gerakan ini menjadi upaya menerapkan toleransi nol terhadap segala bentuk kekerasan, perundungan, dan pelecehan terhadap anak.
"Jakarta Selatan sebagai kota yang aman bagi anak"
Syafrin mengatakan, sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan. Kemudian, menjadi ruang bagi setiap anak untuk dihargai, didengar, serta memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.
"Hari ini kita memulai gerakan itu. Ini bukan kegiatan seremonial. Ini adalah gerakan nyata yang akan dilaksanakan secara rutin di SMP, SMA, dan SMK, baik negeri maupun swasta di Jakarta Selatan," ujarnya, saat melakukan kick-off gerakan tersebut di SMAN 28 Jakarta, Pasar Minggu, Senin (27/7).
Melalui gerakan ini, Syafrin mengajak seluruh peserta didik membangun enam kebiasaan baik, yakni menghentikan perundungan, menolak pelecehan, menjaga kesehatan mental, menerapkan gaya hidup sehat, mengatakan tidak pada seks bebas, serta bijak dalam menggunakan teknologi digital.
Menurutnya, enam pesan tersebut merupakan bekal penting agar anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
"Mari kita bergandengan tangan mewujudkan Jakarta Selatan sebagai kota yang aman bagi anak, sehat bagi remaja, dan kaya akan budaya literasi. Anak yang aman akan tumbuh percaya diri. Anak yang sehat akan tumbuh berprestasi. Anak yang gemar berliterasi akan siap memimpin masa depan," terangnya
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta, Dwi Oktavia menuturkan, gerakan tersebut merupakan inovasi yang sangat baik karena mengintegrasikan edukasi pencegahan kekerasan terhadap anak, penguatan kesehatan mental, kesehatan reproduksi remaja, budaya literasi, dan literasi digital dalam satu gerakan yang dilaksanakan secara berkelanjutan di sekolah.
"Perlindungan anak tidak cukup dilakukan ketika sebuah kasus terjadi. Jauh lebih penting adalah membangun sistem pencegahan yang kuat melalui keluarga, sekolah, dan masyarakat. Saya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Jakarta Selatan yang sudah menginisiasi gerakan ini," tandasnya.