Senin, 27 Juli 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 204
(Foto: Istimewa)
Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Selatan bergerak cepat membersihkan dan mengangkut tumpukan sampah di sepanjang pinggir rel kereta api kawasan Stasiun Pasar Minggu.
"Oknum masyarakat yang kembali membuang sampah"
Kepala Suku Dinas LH Jakarta Selatan, Rizky Febriyanto mengatakan, tumpukan sampah di lokasi tersebut tidak hanya berasal dari warga yang tinggal di sekitar kawasan, tetapi juga masyarakat dari wilayah lain yang melintas dan membuang sampah sembarangan.
"Pada dasarnya petugas kami setiap hari melakukan pengangkutan sampah di lokasi ini agar tidak terjadi penumpukan. Namun, setelah sampah selesai diangkut, masih ada oknum masyarakat yang kembali membuang sampah secara liar hingga tumpukan sampah terus berulang," ujarnya, Senin (27/7).
Rizky menjelaskan, menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat. Salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan.
"Sebagai langkah tindak lanjut, Suku Dinas LH Jakarta Selatan akan memperkuat pengawasan di lokasi bersama pihak terkait," terangnya.
Ia menambahkan, edukasi kepada masyarakat akan ditingkatkan dan upaya penegakan hukum terhadap pelaku pembuangan sampah liar akan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, masyarakat terus diminta agar membuang sampah pada tempat dan waktu yang telah ditentukan serta memanfaatkan layanan pengelolaan sampah yang tersedia.
"Kami juga mengajak masyarakat mendukung budaya memilah dan mengelola sampah dari sumbernya untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan," ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang warga, Titin menuturkan, sampah di tempat penampungan sementara (TPS) tersebut rutin diangkut menggunakan truk setiap hari. Namun, tumpukan sampah kembali muncul karena masih banyak warga yang membuang sampah di lokasi tersebut.
"Siang hingga malam, bahkan sampai keesokan harinya, warga biasa kembali membuang sampah di sini," bebernya.
Titin menyebut, banyaknya warga dari luar wilayah yang ikut membuang sampah di lokasi tersebut menjadi persoalan tersendiri.
"Banyaknya masyarakat dari luar kawasan yang membuang sampah sembarangan membuat TPS tersebut kembali cepat dipenuhi sampah dalam waktu singkat," tandasnya.