Rabu, 22 Juli 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 262
(Foto: Nugroho Sejati)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif di sektor ketenagakerjaan pada 2026.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan, kondisi ketenagakerjaan di Jakarta terus mengalami perbaikan yang ditandai dengan peningkatan partisipasi angkatan kerja serta menurunnya angka pengangguran.
"tingkat partisipasi angkatan kerja menunjukkan peningkatan,"
Hal ini disampaikan Pramono dalam acara Jakarta Budget Talks dengan tema Menavigasi APBD Jakarta: Perkuat Kinerja, Kepentingan Publik Terjaga di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (22/7).
"Di sektor ketenagakerjaan tingkat partisipasi angkatan kerja menunjukkan peningkatan," ujar Pramono.
Pada 2026, tingkat partisipasi angkatan kerja meningkat 0,08 poin secara yoy menjadi 65,48 persen, dengan jumlah penduduk bekerja bertambah menjadi 5,2 juta orang.
Selain itu, perbaikan kondisi ketenagakerjaan juga tercermin dari penurunan angka pengangguran terbuka di Jakarta sebesar 0,15 poin menjadi 6,03 persen pada Februari 2026.
Pramono mengatakan, penurunan angka pengangguran ini didukung oleh berbagai program peningkatan akses kerja dan pelatihan keterampilan. Salah satunya yakni pembukaan 2.843 lowongan kerja program padat karya.
Selain itu, juga telah dilaksanakan program magang bagi 1.000 lulusan SMA yang melibatkan 107 perusahaan; serta pelatihan Mobile Training Unit bagi 2.731 peserta.
Pramono menyebut, peningkatan kesempatan kerja ini mencerminkan pertumbuhan ekonomi di Jakarta yang semakin sehat dan inklusif.
Selain memperkuat pasar kerja domestik, Pemprov DKI juga berkomitmen melanjutkan pengiriman tenaga kerja ke luar negeri, seperti Jepang, Korea, Jerman, dan Arab Saudi.
Mereka akan dibekali dengan pelatihan bahasa yang lebih baik untuk mendukung keahlian yang dimiliki.
"Itulah cara kita untuk bisa mempersiapkan tenaga kerja kita untuk bekerja di luar negeri," tandas Pramono.