Selasa, 14 Juli 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 316
(Foto: Reza Pratama Putra)
Platform Jakarta Lawan Hoaks (Jalahoaks) yang dikembangkan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta meraih predikat Champion pada ajang World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026 untuk kategori Ethical Dimensions of Information Society.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan internasional atas komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam membangun ruang digital yang sehat, aman, dan tepercaya melalui layanan pemeriksaan fakta serta edukasi literasi digital.
"Penghargaan ini menjadi penyemangat kami,"
Jalahoaks menjadi satu dari tiga program asal Indonesia yang berhasil meraih penghargaan bergengsi tersebut. Dua penghargaan lainnya diraih program dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI.
Penghargaan diberikan oleh International Telecommunication Union (ITU), badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Jalahoaks dalam memperkuat etika masyarakat digital melalui layanan cek fakta dan literasi digital.
Kepala Dinas Kominfotik DKI Jakarta, Marulina Dewi mengatakan, Jalahoaks dikembangkan sejak 2020 sebagai respons atas maraknya penyebaran hoaks di ruang digital. Seiring berjalannya waktu, platform tersebut berkembang menjadi salah satu rujukan masyarakat untuk memastikan kebenaran informasi.
"Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan layanan yang bermanfaat bagi masyarakat. Namun, penanganan hoaks tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi pemerintah, media, komunitas, akademisi, dan masyarakat agar ruang digital semakin sehat dan tepercaya," ujar Dewi, Selasa (14/7).
Ia juga mengapresiasi masyarakat, khususnya warga Jakarta, yang terus mendukung dan memanfaatkan Jalahoaks sebagai sarana memeriksa kebenaran informasi.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama warga DKI Jakarta, yang terus mendukung dan berkolaborasi untuk memberantas hoaks bersama," tuturnya.
Penghargaan Champion WSIS Prizes 2026 diserahkan dalam seremoni yang berlangsung di Jenewa, Swiss, pada 9–10 Juli 2026. Penghargaan untuk Jalahoaks diterima oleh Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen RI, Suharti yang mewakili Jalahoaks dalam acara tersebut.
"Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Ibu Suharti beserta jajaran Kemendikdasmen yang telah bersedia mewakili menerima penghargaan ini di Jenewa," kata Dewi.
WSIS Prizes merupakan penghargaan tahunan yang diselenggarakan ITU untuk mengapresiasi inovasi di bidang teknologi informasi dan komunikasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pada penyelenggaraan tahun 2026, ajang ini diikuti 1.595 proposal dari berbagai negara, dengan 360 program berhasil masuk sebagai nominator.