Jumat, 19 Juni 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 128
(Foto: Nugroho Sejati)
Gerakan Hijau Perempuan Peduli Lingkungan melakukan penghijauan dengan menanam 150 pohon tabebuya pink di kawasan Taman Bendera Pusaka, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
"Perempuan bergerak"
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) DKI Jakarta, Hani Pramono; Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) DKI Jakarta, Lisniawati Uus; Ketua Umum Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) DKI Jakarta, Dewi Rano; serta jajaran organisasi perempuan lainnya.
Hani Pramono mengatakan, kegiatan ini menjadi bentuk nyata komitmen TP PKK Provinsi DKI Jakarta dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui kolaborasi yang dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.
"Saya bangga karena perempuan Jakarta selalu hadir di garis terdepan dalam menjaga lingkungan. Mulai dari gerakan bank sampah, urban farming, pengelolaan sampah rumah tangga, hingga menjaga taman dan ruang publik agar tetap nyaman," ujarnya, Jumat (19/6).
Hani menjelaskan, pohon-pohon yang ditanam merupakan bagian dari perjalanan menuju usia 500 tahun Jakarta pada 2027. Penanaman tersebut menjadi langkah awal dari gerakan yang akan terus berlanjut hingga mencapai target 10.000 pohon di berbagai taman dan ruang terbuka hijau di seluruh Jakarta.
"Jakarta akan selalu hijau jika perempuannya ikut turun tangan. Ketika perempuan bergerak, dampaknya akan dirasakan hingga lintas generasi," terangnya.
Sementara itu, Lisniawati Uus menjelaskan, kegiatan yang juga digelar dalam rangka menyambut HUT ke-499 Jakarta tersebut diawali dengan senam bersama "Ibu Bisa" yang diikuti jajaran PKK dan DWP.
"Senam sebagai wujud semangat hidup sehat sekaligus mempererat kebersamaan dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik," ungkapnya.
Ia menuturkan, penanaman 150 pohon tabebuya pink menjadi bentuk komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan, memperkuat ruang terbuka hijau, serta mewariskan lingkungan yang sehat bagi generasi mendatang.
"Tadi kami juga berkeliling kawasan Taman Bendera Pusaka untuk mengenal lebih dekat ruang terbuka hijau yang memadukan fungsi ekologis, sosial, budaya, dan edukasi bagi masyarakat," ucapnya.
Lisniawati menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari gerakan berkelanjutan yang membawa pesan bahwa perempuan tidak hanya berperan sebagai penjaga keluarga, tetapi juga penjaga masa depan lingkungan.
"Gerakan ini menjadi simbol bahwa Jakarta bukan hanya kota dengan gedung-gedung tinggi dan teknologi modern, tetapi juga kota yang warganya saling menjaga, menjaga air, udara, tanah, dan lingkungan demi masa depan bersama," bebernya.
Ia berharap, pohon-pohon yang ditanam dapat tumbuh dan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang.
"Semoga Jakarta semakin hijau, semakin sehat, serta semakin ramah bagi anak dan perempuan," tandasnya.