Senin, 15 Juni 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 137
(Foto: Istimewa)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri 'Mayors Forum: Providing Reliable and Efficient Municipal Services' pada rangkaian acara World Cities Summit (WCS) 2026 di Singapura, pada Minggu (14/6).
Dalam forum tersebut, Pramono memaparkan berbagai kemajuan yang dicapai Jakarta dalam menyelenggarakan pelayanan publik. Di sektor transportasi publik, ia menyampaikan cakupan layanannya telah mencapai 92,5 persen.
"menjadikan Jakarta sebagai kota global,"
Untuk memperluas layanan Transjabodetabek, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pun telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp4,2 triliun pada 2026. Selain itu, Pemprov DKI juga melanjutkan pengembangan jaringan MRT hingga 46,5 kilometer pada 2034 dan LRT hingga 21,8 kilometer pada 2029.
"Jakarta juga menyiapkan pusat Transit-Oriented Development (TOD) baru di Dukuh Atas pada 2027 bersama Shenzhen Metro untuk mengintegrasikan lima moda transportasi sekaligus meningkatkan konektivitas kawasan," ujar Pramono, dalam siaran pers Pemprov DKI, Senin (15/6).
Sementara di sektor pendidikan, Pemprov DKI juga terus memperluas jumlah penerima bantuan. Program Kartu Jakarta Pintar dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul tercatat telah menjangkau 707.477 siswa serta 15.825 mahasiswa.
Tak hanya itu, Pemprov DKI juga menyediakan pendidikan gratis di 103 sekolah swasta guna memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan berkualitas.
Di sektor kesehatan, layanan Pasukan Putih bagi lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas serta layanan konseling gratis JakCare dihadirkan untuk memastikan masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih mudah.
Pramono menegaskan, pelayanan publik yang andal dan efisien merupakan fondasi penting dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang semakin layak huni bagi seluruh masyarakat.
"Kami masih memiliki banyak hal yang harus dilakukan. Namun, kami tetap berkomitmen menjadikan Jakarta sebagai kota global yang lebih layak huni bagi semua," katanya.
Kehadiran Jakarta dalam forum ini sekaligus memperkuat kolaborasi antarkota untuk mewujudkan Jakarta yang inklusif, berkelanjutan, dan ramah bagi seluruh warga.
Forum yang diikuti sekitar 100 pemimpin kota dunia, termasuk London, Berlin, dan Guangzhou, ini menjadi wadah pertukaran pengalaman serta peluang kerja sama internasional dalam pengelolaan dan peningkatan layanan dasar perkotaan.