Selasa, 09 Juni 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 98
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Upaya memperkuat ketahanan pangan di tingkat lingkungan terus dilakukan warga Kelurahan Gandaria Utara, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Salah satunya melalui pengembangan budi daya ikan dengan sistem bioflok yang dilakukan Kelompok Tani (Poktan) New Puspita Makmur di RW 09.
"Ramah lingkungan"
Lurah Gandaria Utara, Muhammad Fahri mengatakan, saat ini Poktan New Puspita Makmur memiliki empat kolam bioflok berdiameter tiga meter. Setiap kolam diisi sebanyak 750 bibit ikan nila yang dibudidayakan sebagai tahap awal pengembangan program tersebut.
"Saat ini kami fokus membudidayakan ikan nila terlebih dahulu. Ke depan, kami juga menyiapkan dua kolam tambahan yang akan digunakan untuk budi daya ikan lele," ujarnya, Selasa (9/6).
Menurutnya, budi daya ikan dengan sistem bioflok diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan lingkungan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya Balita di RW 09.
Fahri menjelaskan, Poktan New Puspita Makmur menjadi salah satu pelopor penerapan sistem bioflok di lingkungan permukiman warga.
Ia mengapresiasi semangat para pengurus dan anggota kelompok tani yang terus belajar dan mengembangkan metode budidaya tersebut.
"Kami bersyukur karena pengurus Poktan dan warga memiliki semangat yang tinggi untuk mempelajari serta mengembangkan sistem bioflok ini," terangnya.
Sementara itu, Pengelola Poktan New Puspita Makmur, Piet Jon Christian memaparkan, sistem bioflok dipilih karena lokasi kolam berada di kawasan permukiman padat penduduk.
"Metode budi daya menggunakan bioflok ini ramah lingkungan dan tidak menimbulkan bau," bebernya.
Ia menambahkan, dalam sistem bioflok, limbah dan kotoran ikan diolah kembali menjadi flok atau gumpalan nutrisi yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan tambahan bagi ikan. Sehingga, tidak terjadi penumpukan kotoran di dalam kolam.
"Sistem ini tidak memerlukan pembuangan maupun pengurasan air secara berkala serta tidak menimbulkan bau tidak sedap. Hal itu karena sistem bioflok bekerja selama 24 jam secara berkelanjutan," tandasnya.