Selasa, 09 Juni 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 168
(Foto: Bilal Nugraha Ginanjar)
Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sukabumi Selatan 06 mulai memberlakukan kawasan zero waste di lingkungan sekolah. Selain memberlakukan aturan larangan membuang sampah sembarang, sekolah juga telah melakukan pengelolaan sampah melalui kegiatan komposting dan bank sampah.
Kepala SDN Sukabumi Selatan 06, Sunarsih mengatakan, pemberlakuan kawasan zero waste di lingkungan sekolah ini sebagai implementasi dari Instruksi Gubernur DKI Jakarta nomor 5 tahun 2026 tentang gerakan pemilahan dan pengelolaan sampah dari sumber.
"Bentuk edukasi kepada siswa tentang pengelolaan sampah dari sumber,"
Selain itu, lanjutSumarsih, pihaknya juga telah memprogramkan Adiwiyata di lingkungan sekolah.
"Sekolah kita ini untuk kesehariannya insyaallah sudah zero sampah. Ini sesuai dengan Ingub nomor 5 ya," katanya, Selasa (9/6).
Dijelaskan Sunarsih, pemberlakuan zero waste secara teknis telah mewajibkan siswa untuk membawa tumbler dan wadah makan tidak sekali pakai untuk bekal mereka selama di sekolah.
Lalu pihak sekolah juga telah menyiapkan piring dan gelas di kantin agar mengurangi penggunaan wadah sekali pakai untuk jajanan siswa.
Kemudian, rutin setiap Selasa siswa diminta melakukan pengumpulan sampah berupa botol plastik dan kardus yang dibawa dari rumah. Sampah itu dihimpun melalui bank sampah yang dibentuk sekolah.
Lalu, setiap Jumat pihaknya juga mengadakan program sedekah minyak jelantah. Program itu mengajak seluruh siswa membawa minyak jelantah sisa memasak dari rumah masing-masing untuk dikumpulkan di sekolah.
Selain itu, pihak sekolah juga telah melakukan pengolahan sampah organik dengan metode komposter.
"Setiap dua pekan sekali, 10 siswa yang ditunjuk sebagai kader melakukan kegiatan komposting bersama guru Pembina," tuturnya.
Hasilnya, pihak sekolah telah mengolah sampah organik menjadi produk eco enzym. Sedangan pengolahan sampah an organik, pihak sekolah mengajak siswa berkreasi membuat berbagai produk kriya seperti tempat tisu, tas dan kerajinan eco brick berupa bangku.
"Berbagai kegiatan turunan program zero waste ini sebagai bentuk edukasi kepada siswa tentang pengelolaan sampah dari sumber," ucapnya.
Tidak hanya mengurangi, gerakan ini menurut Sunarsih juga mengedukasi siswa tentang sampah bisa memiliki nilai ekonomis bila dikelola dengan baik. Diharapkannya, gerakan di sekolah ini akan berdampak ke pribadi dan keseharian siswa di manapun berada nantinya.
"Kami berharap gerakan ini bisa tumbuh menjadi kesadaran peserta didik, agar mereka lebih peduli terhadap lingkungan sehingga hasil akhirnya Jakarta mampu mengurangi sampah," tegasnya.
Tasya, salah seorang siswi Kelas V SDN Sukabumi Selatan 06, mengaku senang sekolah menerapkan berbagai gerakan zero waste, karena memberikannya pemahaman lebih mengenai pengelolaan sampah.
"Kita jadi tau bahayanya tumpukan dan jenis-jenis sampah apa saja. Apalagi kita juga diajarin cara mengelola sampah jadi prakarya," tandasnya.