Jumat, 05 Juni 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 273
(Foto: Anita Karyati)
Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kepulauan Seribu menggelar aksi konservasi lingkungan dengan melepas 50 ekor tukik (anak penyu) dan menanam 500 bibit mangrove di Pulau Sabira, Kelurahan Pulau Harapan, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.
"Kita terus gelorakan aksi peduli lingkungan"
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2026 yang mengusung tema "Saatnya Beraksi untuk Iklim", sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta dengan semangat "Bergerak Menuju Era Baru Jakarta".
Kepala Suku Dinas LH Kepulauan Seribu, Achmad Hariadi mengatakan, aksi konservasi ini merupakan lanjutan dari kegiatan serupa yang sebelumnya telah dilaksanakan di Pulau Tidung.
Menurutnya, pelepasan 50 ekor tukik dilakukan sebagai upaya pelestarian penyu sisik yang saat ini berstatus satwa dilindungi dan terancam punah.
"Penanaman 500 bibit mangrove ini merupakan langkah nyata dalam mendukung adaptasi terhadap perubahan iklim sekaligus mengurangi dampak bencana pesisir, seperti abrasi. Kita terus gelorakan aksi peduli lingkungan," ujarnya, Jumat (5/6).
Hariadi menjelaskan, meskipun Pulau Sabira merupakan pulau terluar yang berada paling utara di wilayah Kepulauan Seribu, kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan dinilai sangat tinggi.
"Hal ini tercermin dari kondisi lingkungan pulau yang tetap terjaga dan bersih," terangnya.
Ia mengajak seluruh warga untuk terus menerapkan perilaku ramah lingkungan, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah dari rumah, serta berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan pelestarian lingkungan.
"Perubahan besar dimulai dari langkah kecil. Mari bersama-sama menjaga laut, pesisir, dan lingkungan tempat tinggal agar tetap bersih, sehat, dan lestari untuk generasi mendatang," ungkapnya.
Kepala Seksi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Suku Dinas LH Kepulauan Seribu, Sri Hayyu Alynda Heryati menuturkan, selain kegiatan konservasi, pihaknya juga melakukan pembinaan ketaatan lingkungan terhadap operasional Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Sabira.
Kemudian, dilakukan verifikasi pemenuhan Persetujuan Teknis Air Limbah Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) guna meningkatkan kepatuhan terhadap pengelolaan lingkungan.
"Kami juga melakukan monitoring dan evaluasi Rumah Memilah untuk memastikan konsistensi warga dalam memilah sampah sejak dari sumbernya," ucapnya.
Ia mengapresiasi masyarakat Pulau Sabira yang berhasil mewujudkan predikat pulau nol sampah (zero waste) melalui penerapan sistem pemilahan dan pengelolaan sampah secara menyeluruh.
Seluruh sampah yang dihasilkan di pulau tersebut telah dikelola hingga tuntas sehingga tidak ada lagi sampah yang dikirim ke daratan Jakarta.
"Ini merupakan pencapaian yang sangat baik dan dapat menjadi contoh bagi pulau-pulau lain dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan," benernya.
Sementara itu, Pendamping Pilah Sampah RW 03, Kelurahan Pulau Harapan, Agung menegaskan dukungannya terhadap program tersebut.
Ia menuturkan secara rutin melakukan pemantauan dari rumah ke rumah untuk memastikan warga sudah memilah sampah sesuai jenisnya sebelum dibawa ke tempat pengolahan.
"Kesadaran masyarakat sudah sangat tinggi karena mereka memahami bahwa kebersihan lingkungan merupakan aset utama bagi pariwisata dan kenyamanan hidup di pulau," tandasnya.