Jumat, 05 Juni 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 89
(Foto: Nurito)
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur memastikan empat titik jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan dan rawan ambles sudah selesai diperbaiki. Meski demikian, pemantauan secara berkala terus dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan serupa.
"Tetap melakukan monitoring"
Ketua Subkelompok Bidang Pekerjaan Umum, Bagian Pembangunan dan Lingkungan Hidup (PLH) Jakarta Timur, Yogi Metropeni mengatakan, peninjauan dilakukan di sejumlah lokasi di Kecamatan Makasar dan Jatinegara yang sebelumnya dilaporkan mengalami kerusakan.
Yogi menjelaskan, empat titik yang menjadi fokus pemantauan berada di Jalan Raya Pondok Gede, Kelurahan Lubang Buaya; dua titik di Jalan Raya TMII Pintu 1, Kelurahan Pinang Ranti; serta Jalan Raya Bekasi Timur, Kelurahan Jatinegara Kaum.
"Seluruh titik yang sebelumnya mengalami kerusakan dan berpotensi ambles sudah diperbaiki. Namun, kami tetap melakukan monitoring untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya penurunan permukaan jalan kembali," ujarnya, saat melakukan monitoring, Jumat (5/6).
Yogi menjelaskan, kerusakan jalan diduga terjadi karena proses perbaikan sebelumnya kurang maksimal. Kepadatan material timbunan dinilai belum optimal, sehingga permukaan jalan kembali mengalami penurunan setelah dilalui kendaraan bertonase besar.
Ia mencontohkan kondisi di simpang Jalan Raya Bekasi Timur dan Jalan Jatinegara Kaum yang hingga kini masih terlihat bergelombang meski telah beberapa kali dilakukan penambalan.
"Diduga saat proses perbaikan tidak menggunakan alat berat yang memadai hingga hasil pemadatan dan pengaspalan kurang optimal," terangnya
Sementara itu, Kepala Satuan Pelaksana Bina Marga Kecamatan Makasar, Dodi Julianto menambahkan, jalan ambles di Jalan Raya Pondok Gede, tepatnya di depan Mess Kartika Patria Denma Mabesad sudah dilakukan perbaikan sebanyak tiga kali. Namun, kondisi jalan masih menunjukkan tanda-tanda penurunan.
Sebagai langkah antisipasi, petugas memberikan tanda menggunakan cat semprot berwarna putih untuk meningkatkan kewaspadaan pengendara yang melintas di lokasi tersebut.
"Terakhir kami melakukan perbaikan pada 2 Juni lalu menggunakan aspal hotmix dan cold mix. Saat ini kondisinya sudah diperbaiki, tetapi permukaan jalan masih terlihat bergelombang sehingga terus kami pantau," bebernya.
Ia menuturkan, titik tersebut mengalami ambles dengan kedalaman sekitar 50 sentimeter dan ukuran kurang lebih 3x1,5 meter. Kerusakan diduga terjadi akibat bekas galian pipa yang kurang padat saat proses penutupan kembali.
Dodi memaparkan, penggunaan alat berat seperti finisher atau asphalt paver dinilai penting untuk menghasilkan permukaan jalan yang lebih rata dan padat.
Secara keseluruhan, di wilayah Kecamatan Makasar tercatat terdapat 69 titik jalan rusak yang seluruhnya sudah selesai diperbaiki. Termasuk, dua titik jalan ambles di Jalan Raya TMII Pintu 1 yang sudah ditangani pada pekan lalu.
"Kami akan terus memantau kondisi jalan yang sudah diperbaiki. Jika ditemukan kerusakan kembali, kami akan meminta pihak vendor PAM Jaya untuk segera melakukan perbaikan lanjutan agar keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan tetap terjaga," tandasnya.