Kamis, 04 Juni 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 201
(Foto: Nurito)
Sebanyak 10 petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dikerahkan untuk melanjutkan pembersihan material sisa ledakan tabung gas elpiji di Gang Mushola RT 05/RW 11, Kelurahan Kalisari, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur.
"Mengerahkan 10 petugas PPSU"
Pembersihan dilakukan untuk mempercepat pemulihan lingkungan pascakejadian ledakan yang terjadi pada Minggu (31/5) sekitar pukul 08.30 WIB dan mengakibatkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan.
Lurah Kalisari, Siti Nurhasanah mengatakan, Pasukan Oranye difokuskan untuk membersihkan puing di tiga rumah yang terdampak ledakan. Sementara satu rumah lainnya belum dapat dibersihkan karena masih dalam proses penyelidikan dan dipasangi garis polisi.
"Kami mengerahkan 10 petugas PPSU untuk membantu membersihkan puing-puing di tiga rumah terdampak. Untuk satu rumah lainnya belum bisa dilakukan pembersihan karena masih dipasangi garis polisi," ujarnya, Kamis (4/6).
Siti menjelaskan, proses pembersihan juga melibatkan pengurus RT, warga sekitar, dan pemilik rumah yang terdampak. Material bangunan kemudian dipindahkan ke lahan kosong yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Ia menambahkan, proses pembersihan berjalan lancar tanpa kendala berarti dan ditargetkan selesai dalam satu hari.
"Kami berharap lingkungan dapat segera kembali bersih agar warga bisa mulai melakukan perbaikan rumah masing-masing," terangnya.
Sementara itu, salah seorang warga terdampak, Agus mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan berbagai pihak sejak peristiwa tersebut terjadi.
Ia menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kelurahan Kalisari, pengurus lingkungan, Palang Merah Indonesia (PMI), serta Suku Dinas Sosial Jakarta Timur yang telah memberikan dukungan kepada para korban.
"Terima kasih kepada Ibu Lurah, pengurus RT dan RW, Sudin Sosial, serta PMI yang sudah membantu kami sejak kejadian," ungkapnya.
Agus menuturkan, saat ini dirinya masih mengungsi di rumah kerabat sambil melakukan perbaikan rumah secara bertahap.
Ia berharap, rumah yang mengalami kerusakan akibat ledakan dapat memperoleh bantuan rehabilitasi dari Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur maupun Baznas (Bazis) Jakarta Timur.
"Semoga pemulihan pascakejadian dapat berlangsung lebih cepat, sehingga aktivitas sehari-hari dapat kembali berjalan normal," tandasnya.