Selasa, 26 Mei 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 184
(Foto: Anita Karyati)
Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Utara mengadakan Pembinaan Peningkatan Ketahanan Ekonomi. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Fatahillah, Kantor Wali Kota Jakarta Utara ini diikuti 100 peserta yang terdiri atas berbagai elemen masyarakat dan pelaku usaha.
"Penggerak utama perekonomian daerah"
Kepala Suku Badan Kesbangpol Jakarta Utara, Muhammad Reza Pahlevi mengatakan, kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat sinergisiyas antara pemerintah, pemangku kepentingan, dan pelaku usaha dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Fokus utama pembinaan diarahkan pada penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam penguatan ketahanan ekonomi masyarakat, khususnya sektor UMKM sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah," ujarnya, Selasa (26/5)
Reza menjelaskan, Jakarta Utara memiliki karakteristik wilayah strategis dengan keberadaan kawasan perdagangan, jasa pelabuhan, industri, hingga permukiman yang terus berkembang.
"Kondisi tersebut menuntut kolaborasi lintas sektor agar stabilitas ekonomi tetap terjaga," terangnya.
Ia menyebut, berbagai tantangan seperti fluktuasi harga kebutuhan pokok, dinamika ekonomi global, distribusi barang, hingga daya beli masyarakat perlu diantisipasi melalui kebijakan yang tepat sasaran.
"Kami terus mendorong upaya strategis melalui pembinaan UMKM, perluasan akses pemasaran, peningkatan kualitas produk, serta menjaga stabilitas harga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.
Menurutnya, pembinaan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Legislator Komisi A DPRD DKI Jakarta, Zahrina Nurbaiti yang memaparkan materi terkait penguatan kebijakan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
Selain itu, hadir pula Andi Purnamawaty dari Direktorat Ketahanan Ekonomi, Sosial, dan Budaya, Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri RI yang memberikan materi mengenai kebijakan ketahanan ekonomi nasional dan penguatan pemberdayaan UMKM.
"Melalui kegiatan ini, pelaku usaha di Jakarta Utara diharapkan dapat tumbuh mandiri, produktif, dan berdaya saing, serta menjadi pilar penting dalam memperkuat perekonomian daerah," ucapnya.
Sementara itu, salah seorang peserta asal Kelurahan Tanjung Priok, Asad Mujadid (37) mengapresiasi kegiatan tersebut. Materi yang disampaikan relevan dengan kondisi ekonomi yang dihadapi pelaku usaha saat ini.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah ilmu, wawasan, serta memperluas relasi antarpelaku usaha. Materi yang disampaikan narasumber juga sesuai dengan tantangan yang kami hadapi di lapangan saat ini," tandasnya.