Selasa, 19 Mei 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 110
(Foto: Istimewa)
Dinas Bina Marga DKI Jakarta mencatat, progres pembangunan Flyover Latumenten telah mencapai 41,28 persen hingga pertengahan Mei 2026. Saat ini, proyek tersebut telah memasuki tahapan erection girder atau proses pengangkatan dan pemasangan gelagar beton pracetak sebagai struktur utama jembatan layang.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny mengatakan, pembangunan flyover ini dilakukan untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas sekaligus mengurai kepadatan kendaraan di kawasan Jakarta Barat.
"menopang beban lalu lintas,"
“Pekerjaan saat ini memasuki tahap pengangkatan dan pemasangan gelagar beton pracetak ke posisi rencana pada struktur flyover menggunakan alat berat. Tahapan ini merupakan bagian penting dalam pembentukan struktur utama flyover yang nantinya menopang beban lalu lintas,” ujarnya, Selasa (19/5).
Ia menyampaikan, pelaksanaan pekerjaan erection girder akan dilakukan secara bertahap pada malam hari guna meminimalisasi gangguan lalu lintas dan menjaga keselamatan pengguna jalan selama proses konstruksi berlangsung.
Wenny menjelaskan, pekerjaan erection girder sisi barat Jalan Prof Dr Latumenten dilaksanakan pada 18–26 Mei 2026 pukul 22.00–04.00 WIB. Sementara pekerjaan di sisi timur Jalan Dr Makaliwe Raya dijadwalkan berlangsung pada 29 Mei hingga 5 Juni 2026 pada jam yang sama.
Sebagai informasi, Flyover Latumenten dibangun dengan panjang sisi barat mencapai 435 meter dan sisi timur sepanjang 426 meter dengan lebar flyover 11 meter.
“Infrastruktur ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas dan memperlancar mobilitas masyarakat di kawasan Latumenten dan sekitarnya,” tandasnya.