Jumat, 08 Mei 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 309
(Foto: Nugroho Sejati)
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Zahrina Nurbaiti mengapresiasi langkah Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung yang memilih kawasan HR Rasuna Said sebagai lokasi pencanangan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta.
Menurut Zahrina, pemilihan kawasan Rasuna Said merupakan keputusan yang strategis sekaligus visioner karena merepresentasikan wajah Jakarta sebagai kota global. Kawasan tersebut, kata dia, tidak hanya dikenal sebagai jalur protokol, tetapi juga pusat bisnis internasional serta lokasi berbagai kantor kedutaan besar.
"tetapi simbol diplomasi,"
“Jalan Rasuna Said bukan sekadar jalan, tetapi simbol diplomasi dan pusat aktivitas ekonomi. Menjadikannya titik utama perayaan menuju 500 tahun Jakarta adalah pesan kuat bahwa Jakarta siap bertransformasi menjadi kota global yang inklusif,” ujarnya, Jumat (8/5).
Selain itu, rencana menjadikan kawasan tersebut sebagai lokasi baru Car Free Day (CFD) juga dinilai sebagai terobosan positif. Selama ini, CFD terpusat di kawasan Sudirman–Thamrin, sehingga pembukaan ruang publik baru di Rasuna Said diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap ruang sehat dan rekreasi.
“Ini langkah yang ditunggu-tunggu. Warga di wilayah timur dan selatan Jakarta akan memiliki alternatif ruang publik yang lebih dekat dan nyaman,” tambahnya.
Namun demikian, Zahrina memberikan sejumlah catatan agar implementasi rencana tersebut berjalan optimal. Salah satunya adalah pentingnya integrasi transportasi publik, mengingat kawasan Rasuna Said telah dilintasi LRT Jabodebek dan Transjakarta. Ia menekankan agar akses menuju stasiun dan halte tetap dijaga agar tidak terganggu saat kegiatan CFD berlangsung.
Selain itu, Zahrina juga mendorong adanya keterlibatan UMKM lokal melalui zonasi khusus agar manfaat ekonomi dari kegiatan tersebut dapat dirasakan langsung oleh masyarakat kecil. Mengingat banyaknya kantor perwakilan asing di kawasan tersebut, aspek keamanan juga dinilai perlu diperkuat dengan pendekatan yang tetap ramah dan persuasif.
Dari sisi kelembagaan, Komisi A disebut akan mendorong penguatan koordinasi lintas perangkat daerah, mulai dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, hingga BPBD. Sinergi ini dinilai penting agar penataan ruang publik berjalan tertib sejak tahap perencanaan.
Komisi A juga mendorong pemanfaatan teknologi, seperti CCTV berbasis kecerdasan artifisial (AI), untuk mendukung pengawasan kerumunan dan kebersihan kawasan. Selain itu, peran pemerintah kota, camat, dan lurah di Jakarta Selatan akan dioptimalkan agar warga sekitar turut menjadi bagian dari perayaan, bukan sekadar penonton.
Ia menegaskan, Jakarta yang menuju usia 500 tahun harus tidak hanya unggul dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam tata kelola, pelayanan publik, serta kenyamanan warganya.
“Jika CFD Rasuna Said berhasil dikelola dengan baik, ini bisa menjadi standar baru pengelolaan ruang publik yang modern, tertib, dan berkelas internasional,” tandas Zahrina.