Selasa, 28 April 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 169
(Foto: Budhi Firmansyah Surapati)
Pemerintah Kota Admnistrasi Jakarta Barat, Selasa (28/4), mensosialisasikan program kampung iklim (Proklim) kepada camat, lurah, Satpel Lingkungan Hidup, pengurus RW dan penggiat lingkungan serta Rumah Kutub.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Barat, Imron Syahrin mengatakan, dalam sosialisasi ini pihaknya menekankan tentang pemilahan sampah dari sumbernya.
Imbau masyarakat untuk bijak mengolah sampah
Dia menuturkan, ada empat jenis sampah yang dipilah, yakni sampah organik yang bisa diolah menjadi pupuk kompos, sampah anorganik, yang dikelola di Bank Sampah. Selain itu juga ada jenis sampah B3 (beracun) dan residu.
"Saya berharap lurah bisa mensosialisasikan dan mengedukasi pemilahan sampah kepada warga, sehingga bisa mengurangi volume sampah yang harus dibuang ke Bantar Gebang," katanya.
Dijelaskan Imron, Pemprov DKI Jakarta saat ini tengah melakukan upaya mengurangi sampah dari sumbernya. Hal itu dengan berbagai upaya mulai dari penerapan teknologi pengolahan sampah hingga pengolahan sampah secara sederhana, seperti sampah organik diolah menjadi pupuk kompos dan cair, dan penguraian sampah dengan budidaya maggot.
"Saya imbau masyarakat untuk bijak mengolah sampah, karena, 60-70 persen sampah rumah tangga berasal sisa olahan dapur," tegasnya.
Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Ahmad Hariadi menjelaskan bahwa sosialisasi pemilahan sampah juga dilakukan tim kerja yang terdiri dari unsur PPSU kelurahan, PJLP Sudin LH dan UKPD terkait, Bidang Pengelolaan Sampah (BPS) RW, pengelola Bank Sampah, hingga kader PKK, dan Dasa Wisma.
"Kami bentuk tim kerja yang memberikan edukasi pemilahan sampah yang dilakukan secara simultan, kepada setiap RW baik secara lisan, tertulis maupun daring (online)," tandasnya.