Kamis, 23 April 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 162
(Foto: Nurito)
Terminal Mobil Barang Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur saat ini menampung sekitar 30 kendaraan sitaan dan titipan dari berbagai instansi. Kendaraan tersebut tidak hanya berasal dari Kejaksaan Negeri, tetapi juga dari kasus kecelakaan lalu lintas serta hasil penindakan Operasi Lintas Jaya.
"Tidak mengganggu layanan utama terminal"
Kepala Terminal Mobil Barang Pulo Gebang, Udin Hasanudin mengatakan, seluruh kendaraan yang berada di lokasi tersebut merupakan titipan sementara dari instansi terkait.
"Kami hanya menampung dan menjaga. Seluruh kendaraan di sini merupakan kendaraan sitaan dan titipan," ujarnya, Kamis (23/4).
Udin menjelaskan, kendaraan titipan dari Kejaksaan Negeri Jakarta Timur dan Jakarta Pusat bersifat sementara dengan jumlah terbatas. Selama masa penitipan, kendaraan tersebut tidak dikenakan retribusi sebagai bagian dari kerja sama antarlembaga pemerintah.
Sementara itu, kendaraan hasil Operasi Lintas Jaya dititipkan hingga proses persidangan selesai. Kendaraan tersebut hanya dikenakan sanksi tilang sesuai ketentuan yang berlaku.
"Berbeda halnya dengan kendaraan barang seperti truk atau kontainer. Untuk jenis ini tetap dikenakan retribusi sesuai Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak dan Retribusi Daerah," terangnya.
Ia menambahkan, sudah menyiapkan zona khusus untuk penitipan kendaraan sitaan, baik dari instansi maupun hasil Operasi Lintas Jaya. Area tersebut memiliki kapasitas terbatas dan menggunakan sistem FIFO (First In First Out) untuk menjaga keteraturan.
"Penempatan ini juga agar tidak mengganggu layanan utama terminal sebagai fasilitas angkutan barang bagi masyarakat," ungkapnya.
Ia menuturkan, kendaraan sitaan tersebut hanya dapat dikeluarkan setelah adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkrah). Selanjutnya, kendaraan akan diproses untuk dilelang sesuai ketentuan.
"Jenisnya bervariasi, mulai dari kendaraan pribadi, angkutan kota, hingga truk," ucapnya.
Menurutnya, sarana dan prasarana di terminal seluas sekitar 19 ribu meter persegi tersebut akan terus dilengkapi, terutama terkait penunjang keamanan.
"Saat ini ada 29 petugas yang terdiri dari staf, petugas keamanan, dan petugas kebersihan yang bekerja dalam tiga sif," tandasnya.